Pertanyaan yang akan membantu menentukan tujuan hidupmu

Kata orang bijak dahulu, pertanyaan yang tepat lebih bermanfaat dari jawaban. Ketika jawaban berubah seiring berubahnya masa, pertanyaan cenderung tetap abadi. Termasuk pertanyaan “Apa tujuan hidupku?” yang sudah ditanyakan manusia entah berapa generasi sebelumnya, dan tetap relevan hingga sekarang. Bahkan mungkin lebih relevan, karena kita dihadapi dengan lebih banyak pilihan.

Kebanyakan dari kita tidak tahu mau dibawa ke mana hubungan jalan hidup kita setelah lulus sekolah. Bahkan setelah lulus kuliah. Setelah bekerja. Bahkan setelah berpenghasilan. Kalo kamu juga demikian, tenang, kamu tidak sendirian. Baca lebih lanjut

Mentoring Diaspora Muda Aceh 2016 DIBUKA!

Droe keu droe😀

Diaspora Muda Aceh

Salam Rakan Mandum!

Pendaftaran Mentoring Diaspora Muda Aceh 2016 kini DIBUKA! Bagi rakan yang berkeinginan memiliki komunitas belajar dengan mentor asoe lhok– nya juga anak Aceh yang sedang studi diluar, simply register yourself in this program. Akan ada pertemuan demi pertemuan yang akan membahas satu-persatu persiapan untuk mantap melangkah sekolah lagi ke luar negri (jadwal dan temanya bisa lihat di postingan sebelum ini).

Tenang, semua pertemuan diadakan via dunia maya, jadi rakan mandum tidak perlu takut akan ketinggalan mentoring, selama ada koneksi internet :)Selain itu juga, akan ada bahan yang nantinya terus diberikan serta feedback seperti evaluasi dan masukan untuk progress rakan mandum.

Jadi, selama rakan adalah

  • Pemilik KTP Aceh/ keturunan Aceh yang berdomisili di luar Aceh/ keturunan non-Aceh yang kuliah atau berdomisili di Aceh
  • Berniat melanjutkan studi S2 di luar negeri
  • Memiliki alat komunikasi via internet (Whatsapp dan Skype)

maka bisa langsung segera mendaftar untuk menjadi slaah satu

Lihat pos aslinya 86 kata lagi

Tentang Tujuan

Bayangkan, di suatu malam, kamu tenggelam. Mencoba mengambang, berenang. Sekeliling hitam, warna gelap malam. Apa yang akan kamu lakukan? Jelas, cari tujuan, dan berenang ke daratan. Mungkin di sekelilingmu ada beberapa pulau terdekat, kamu bebas memilih yang mana saja. Yang jelas, memilih semuanya dan berganti-ganti tujuan di tengah jalan bukan jawaban, hanya akan membuatmu kelelahan. Baca lebih lanjut

Tentang Pesiapan

Kalau kamu sepertiku, kebanyakan anak Indonesia, maka bisa dipastikan tujuan hidupmu satu; berguna bagi agama, bangsa, dan negara. Ah ya, beserta berbakti pada orang tua, bermanfaat bagi sekitar, dan segala kata-kata serupa penuh makna lainnya. Entah ini pengaruh budaya atau memang penanaman nilai dari pendidikan kecil kita dulu. Setidaknya itu jawaban semua orang yang pernah saya dengar saat kuliah dulu.

Omong kosong. Bohong. Baca lebih lanjut

Setahun PK 32

Tidak ada negara seunik Indonesia. ribuan pulau, ribuan suku, ribuan budaya. tapi musiknya dari korea, tontonannya amerika, dan bacaannya manga. negara yang katanya gemah ripah loh jinawi, namun kata rakyatnya tanah kusewa, air kubeli. negara yang terkenal karena keramahan dan sopan-santunnya, namun juga terkenal karena korupsinya. negara yang diagung-agungkan sumber daya alamnya, namun dalam kondisi darurat energi. negara agararis yang, lucunya, menjadi pengimpor banyak bahan pangan. negara meritim yang garam pun tak bisa penuhi sendiri. garam saudara-saudara! bahkan garam!

tapi memang cinta itu buta. kita tahu negara ini buruk rupa, tapi tidak menghalangi kita untuk cinta. dalam hati, indonesia tetaplah tanah air kita. dan benarlah kata Hamka,

“Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat.”

ingatlah! sadarilah! negara kita buruk rupa, tapi kita bukan yang paling menderita! ingatlah jerman, ingatlah jepang, ingatlah korea! sekarang mereka jaya, namun ada masanya mereka tak berdaya! sekarang mereka raksasa, tapi paska perang dunia kedua mereka hina! dan camkanlah, begitu juga Indonesia!

hari ini kita di berada di sini, untuk mempersiapkan petualangan kita. bukan petualangan biasa, namun petualangan demi membangun bangsa. tidak mudah pastinya. pundak kita, bukan menanggung beban biasa, tapi beban 250 juta rakyat Indonesia. namun jangan lupa, persiapan kita juga bukan persiapan biasa, namun persiapan dengan doa dari 250 juta rakyat Indonesia.

berat adalah harga sebuah perjuangan. sakit adalah keniscayaan. putus asa akan berbisik untuk menghentikan pergerakan.

Hamka sang ulama berkata, “Kalau Tuhan tidak menjadikan perhambaan dan perbudakan, tentu tidak akan timbul keinginan hendak mengejar kemerdekaan. Memang kalau tiada kesakitan, orang tidak mempunyai keinginan untuk mengejar kesenangan. Oleh itu tidak keterlaluan jika dikatakan bahawa sakit dan pedih adalah tangga menuju kejayaan.”

setelah ini sebagian kita akan berpisah dengan indonesia, namun bukan karena tidak cinta. kita akan pergi, namun bukan karena benci atau apati. melainkan untuk kembali membangun negeri. karena cinta, adalah perbuatan. kata-kata dan tulisan indah hanyalah bualan belaka.

Indonesia adalah negara kita, dan satu-satunya negara yang kita cinta! ingatlah kata Hatta,

“Hanya ada satu negara yang pantas menjadi negaraku. ia tumbuh dengan perbuatan, dan itu adalah perbuatanku!”
Perbuatan kita, perbuatan garuda prawiramurti!

Mengenang setahun bersama keluarga PK 32 yang sekarang berpencar untuk belajar, dan insya Allah kembali untuk berbakti.

ketidak-efisienan pasar dan ketidak-jujuran pelajar

disklaimer: tulisan ini ditulis oleh orang yang bukan ahlinya ekonomi, bukan mahasiswa ekonomi, cuma kebetulan ambil mata kuliah pengenalan sumber daya dan ekonomi lingkungan. itu juga baru minggu keempat.

dalam Wealth of Nation oleh Adam Smith, diceritakanlah sebuah teori ‘tangan tak terlihat’. singkatnya, dalam kondisi pasar yang ideal/efisien, pasar akan mengatur dengan sendirinya. tiap manusia diberkahi oleh keinginan untuk mendapatkan lebih, sehingga ingin memakimalkan keuntungannya. bagaimana caranya?  kalau manusia tidak ingin memperbaiki kualitas hidupnya, mungkin dia memang bosan hidup.
Baca lebih lanjut