Terima Kasih

“Cara belajar terbaik adalah dengan mengajar”

Termasuk dalam kehidupan. Tiga minggu menemani adek-adek yang baru lulus sma mempersiapkan diri menghadapi sbmptn, mengajariku banyak tentang kehidupan. Mungkin lebih tepatnya, menggali kembali kebijaksanaan yang pernah diajarkan yang tertimbun dalam rutinitas kehidupan. Ada, tak hilang, tapi kadang terlupakan. Baca lebih lanjut

4 Kiat Ayah Mendidik Anak (FF #1)

“Ibu merupakan sekolah pertama bagi anak-anaknya”. Kalimat ini memang benar, namun sayangnya sering dijadikan pembenaran oleh para ayah untuk tidak mendidik anaknya. Padahal, peran ayah dalam mendidik anak juga tidak kalah pentingnya. Ayah mendidik anak atau tidak, anak akan selalu mencari pemeran ayah dari sekitarnya. Jangan salahkan anak jika ia berperilaku buruk karena menjadikan orang lain yang tidak baik untuk menjadi ayah psikologisnya karena ayahnya menelantarkan perannya.

Nah, bagaimana sebenarnya cara mendidik anak yang baik? Berikut kami tuliskan kiat-kita yang disampaikan Pak Dodik Mariyanto pada Fatherhood Forum #1

  1. Tentukan Keluarga Seperti Apa Yang Ingin Anda Bangun!

Tiap orang tentu berbeda dan mempunyai tujuan yang berbeda-beda, termasuk dalam membangun keluarga. Karena itu, tentukan seperti apa keluarga yang ingin anda bangun, dan anak seperti apa yang ingin anda besarkan. Ibarat bepergian, sebelum kita berangkat tentu kita harus menentukan tujuannya terlebih dahulu, baru menyiapkan segala kebutuhannya.

Anda mempersepsikan diri anda lahir di dunia untuk apa? Bergeraklah ke arahnya.

“Persepsi terhadap diri sendiri adalah doa”

  1. “Anak Bisa Salah Mengerti yang Orang Tua Katakan, Tetapi Tidak Pernah Salah Meng-copy

Ingin anak terbiasa bangun pagi? Maka orang tua harus terlebih dahulu terbiasa bangun pagi.

Ingin anak rajin membaca buku? Maka orang tua harus juga rajin membaca buku.

Apapun yang anda ingin anak anda lakukan, maka lakukanlah lebih dahulu! Dan amatilah, tanpa perli anda katakan anak anda akan mulai meniru.

“bergeraklah menjadi pemenang agar mampu menyiapkan pemenang!”

di sisi lain, anak tidak hanya meniru perilaku orang tuanya, namun juga orang-orang di lingkungannya. Karena itu, jauhkan anak dari lingkungan dan pergaulan yang tidak baik. Cermati bagaimana pergaulan anak dengan teman-teman di sekolahnya dan di tempat bermainnya.

  1. Perbanyak Interaksi dengan Anak

“saya kerja pagi-pulang malam, tidak ada waktu lagi untuk berinteraksi dengan anak” begitu yang biasa dikeluhkan oleh para ayah. Padahal, interaksi dengan anak tidaklah merepotkan.

“kehadiran anda lebih penting daripada sekedar penampakan anda.”

Walau mungkin sulit untuk bisa bertemu anak secara intens, namun pastikan anak merasakan kehadiran anda. Ada banyak cara untuk melakukan ini, terutam di tengah majunya teknologi sekarang ini. Paling mudahnya, sempatkan untuk menelepon atau pun sekedar meng-sms di tengah kesibukan anda. Selain itu, berbicaralah dengan anak walau ia sudah tidur. Jangan salah, walaupun anak sedang tidur, namun alam bawah sadarnya tetap mendengar. Mulailah dengan menceritakan hari-hari dan pengalaman anda. Bisa juga dengan membacakan cerita-cerita dongeng yang berhikmah atau kisah-kisah agama.

  1. Jawab pertanyaan anak dengan benar

Anak-anak adalah manusia dengan rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Menghadapi hal-hal yang baru, tentu wajar jika ia mempertanyakan segala hal. Jawablah pertanyaan anak dengan sabar dan benar.

Misalnya jika anak bertanya mengapa babi haram, jangan mengarang-ngarang alasan karena babi mengandung cacing pita yang buruk untuk kesehatan, atau yang lainnya. Bisa gawat kalau nanti anak berpikir “berarti kalau cacing pitanya sudah disingkirkan boleh dimakan”. Jawablah karena Allah melarangnya, sesuai dengan QS. Al Baqarah ayat 173, QS Al-Maidah ayat 3, dan QS. An Nahl ayat 115. Jika memang anda tidak mengetahui jawaban pertanyaannya, jawablah tidak tahu sampai anda berhasil menemukan jawabannya. Atau lebih baiklah, ajaklah anak bertemu dengan orang yang ahli agar ia bisa menerima penjelasan yang memuaskan.

Semoga kiat-kiat tadi bisa memudahkan para ayah untuk mendidik anak-anaknya, untuk masa depan yang lebih baik!

(mfz)

dokumentasi fatherhood forum #1, dengan pembicara Pak Dodik Mariyanto

3 Cara Agar Pernikahan Harmonis (FF#1)

Banyak orang yang baru menikah, terlihat sangat romantis pada pasangannya. Tak jarang, keromantisan ini juga sering dipamerkan di dunia maya secara berlebihan. Namun, seiring waktu, perlahan-lahan keharmonisan ini terus menurun.

Itu juga yang terjadi pada awal-awal pernikahan pak Dodik Mariyanto, salah seorang narasumber kita di Fatherhood Forum #1. Menurut beliau, di tahun-tahun awal mereka mengarungi pernikahan dengan “berdarah-darah”.

“Tahun pertama nikah, tagihan air PDAM membengkak. ternyata tiap kali sehabis beradu mulut, istri saya lari ke kamar mandi dan menangis sambil menguras air agar isak tangisnya tidak terdengar.” Ujarnya sambil tersenyum lebar.

Mengapa orang-orang yang saling mencintai justru semakin sering bertengkar saat pernikahan? Penyebabnya ialah apa yang beliau sebut eyes for detail. Saat manusia secara sadar tidak sedang melakukan sesuatu, maka ia mengamati sekitarnya dengan lebih jelas. Baca lebih lanjut

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

“Mamak jangan panjang was-was. Pepatah orang Mengkasar sudah cukup; anak laki-laki tak boleh dihiraukan panjang, hidupnya ialah buat berjuang. Kalau perahunya telah dikayuhnya ke tengah, dia tak boleh surut palang, meskipun bagaimana besar gelombang. Biarkan kemudi patah, biarkan laar robek, itu lebih mulia dari pada membalik haluan pulang.” Baca lebih lanjut

Aceh tidak tahu terima kasih

kalau ditanya,

apa Bahasa Inggrisnya ‘terima kasih’?

thank you”.

Bahasa Arab-nya?

syukran“.

juga dalam berbagai bahasa lainnya, danke, arigatou, nuhun, dan lain-lain. tapi kalau ditanya, “apa Bahasa Aceh-nya?”

sebagian orang akan menjawab “teurimong geunaseh” atau “teurimong gaseh”. namun benarkah? salah! maksudku, ‘teurimong gaseh’ adalah terjemahan harafiah dari ‘terima kasih’, namun frase teurimong gaseh aslinya tidaklah ada di Bahasa Aceh! unik kan? jauh berbeda dengan bahasa lainnya yang hampir pasti memiliki padanan kata terima kasih dalam bahasanya masing-masing. Baca lebih lanjut

bullshit marketing

silahkan cari di om google, setahuku istilah ini baru pertama kali ditulis di tulisan ini XD

sebenarnya, istilah ini bukan berasal dariku. ini adalah istilah yang diajarkan oleh seorang senior yang sudah mencicipi asam-garam kehidupan dan manusia yang ada di dalamnya.

sebut saja sebuah perusahaan game bernama heritage (bukan nama sebenarnya), yang didirikan oleh orang-orang yang memiliki visi sama; membuat game RPG. di awal-awal keberjalanannya, mereka menyadari membuat game RPG terlalu sulit untuk sumber daya yang mereka miliki, sehingga strategi mereka berganti: bikin game lain dulu buat ningkatin pengalaman, sekaligus cari nama dan dana.

karena perbedaan visi, friksi-friksi, dan berbagai masalah pribadi, sebagian tim melepaskan diri, termasuk si senior ini. nah, beberapa bulan setelahnya, muncullah game pertama keluaran perusahaan ini, bukan game RPG tentunya. yang mengejutkan, ketika diwawancarai, dengan pede menyebutkan bahwa game mereka akan dibuat versi androidnya, dan bahwa game selanjutnya yang akan diterbitkan adalah game RPG, dan mereka sedang dalam proses pembuatan.

the truth? it’s completely bullshit. Baca lebih lanjut

Mimpi Manusia

semua manusia bermimpi, tapi tidak sama

mereka yang bermimpi di malam hari di sudut pikirannya yang berdebu bangun di pagi hari hanya mendapati itu hanyalah kesia-siaan. tapi pemimpi di pagi hari adalah orang-orang yang berbahaya karena bisa menjalani mimpinya dengan mata terbuka, untuk menjadikannya mungkin. ini yang kulakukan.

T.E. Lawrence, Arkeolog yang berperan besar dalam infiltrasi Inggris pada negara-negara Arab tahun 1910-1914