integritas itu (ternyata) masih ada

jadi ceritanya tadi ke cicukang buat persiapan program “liter of light”-nya @itbinsight. saat bicara dengan pak rw dan salah satu bu rt, ada orang datang nawarin undang makan bareng dengan caleg partai tralalalala berkedok makan bareng bersama forum trilililili di salah satu warung makan mewah di jalan pasteur, sebut saja trololololo.

mantapnya, bu rt dengan mantap menjawab “saya sebagai rt diharuskan netral dan tidak boleh menerima undangan dari partai manapun”. begitu juga pak rw dengan bahasanya sendiri.

ternyata, integritas itu masih ada. walau di perumahan kumuh pinggir rel kereta api sekalipun. walau cuma sekedar undangan makan sekalipun

missconception of passion (1)

sebelum dimulai, OOT dulu lah. judulnya sengaja dibikin bahasa inggris biar berirama. udah mikir seminggu lamanya, masih belum ketemu judul yang pas dalam bahasa indonesia. bahasa indonesianya, salah kaprah tentang hasrat, dan mari kita mulai…

Bahaya 1: “Kalau mau sukses, ikuti passion-mu!”

passion, yang berarti hasrat, kata-kata seirama sering kita dengar akhir-akhir ini, baik dari motivator betulan maupun dari motivator kacangan. dari kawan maupun dari sekdar kenalan. tapi benarkah?

ada sebuah retorika menarik yang pernah kubaca dari Pak Mohammad Fauzil Adhim. benarkah sukses harus sesuai hasrat? atau sebaliknya, benarkah hasrat membawa pada kesuksesan? bahkan yang lebih mendasar lagi, apa arti hasrat, dan apa arti sukses? Baca lebih lanjut