A Code

I, the writer, hereby writing to remind myself that it is okay:

To try, as nothing is more regretful than losing by not trying.

To risk, as long as you calculate the risk (and prepared for any outcome).

To fail, as long as you get yourself back up.

To succeed and triumph, as long as you are not drowning in it.

To disappoint someone, as long as you make up for it later (if he/she’s worth it).

To be misunderstood, as long as you stay true to yourself.

To be disappointed, as long as you forgive. Baca lebih lanjut

Iklan

Pertanyaan yang akan membantu menentukan tujuan hidupmu

Kata orang bijak dahulu, pertanyaan yang tepat lebih bermanfaat dari jawaban. Ketika jawaban berubah seiring berubahnya masa, pertanyaan cenderung tetap abadi. Termasuk pertanyaan “Apa tujuan hidupku?” yang sudah ditanyakan manusia entah berapa generasi sebelumnya, dan tetap relevan hingga sekarang. Bahkan mungkin lebih relevan, karena kita dihadapi dengan lebih banyak pilihan.

Kebanyakan dari kita tidak tahu mau dibawa ke mana hubungan jalan hidup kita setelah lulus sekolah. Bahkan setelah lulus kuliah. Setelah bekerja. Bahkan setelah berpenghasilan. Kalo kamu juga demikian, tenang, kamu tidak sendirian. Baca lebih lanjut

Tentang Tujuan

Bayangkan, di suatu malam, kamu tenggelam. Mencoba mengambang, berenang. Sekeliling hitam, warna gelap malam. Apa yang akan kamu lakukan? Jelas, cari tujuan, dan berenang ke daratan. Mungkin di sekelilingmu ada beberapa pulau terdekat, kamu bebas memilih yang mana saja. Yang jelas, memilih semuanya dan berganti-ganti tujuan di tengah jalan bukan jawaban, hanya akan membuatmu kelelahan. Baca lebih lanjut

Tentang Pesiapan

Kalau kamu sepertiku, kebanyakan anak Indonesia, maka bisa dipastikan tujuan hidupmu satu; berguna bagi agama, bangsa, dan negara. Ah ya, beserta berbakti pada orang tua, bermanfaat bagi sekitar, dan segala kata-kata serupa penuh makna lainnya. Entah ini pengaruh budaya atau memang penanaman nilai dari pendidikan kecil kita dulu. Setidaknya itu jawaban semua orang yang pernah saya dengar saat kuliah dulu.

Omong kosong. Bohong. Baca lebih lanjut