NPC di Muka Bumi

Non-Playable Character, any character that is not controlled by a player.

sejujurnya aku bingung harus memulai tulisan ini dari mana. ada banyak awal di kepala yang sintesanya sesuai dengan tujuan tulisan ini. karena itu, lebih baik kutuliskan saja beberapa sekalian. maka sebelumnya, mohon bersabar jika tulisannya kurang ramah untuk dibaca.

mari kita mulai dengan sebungkus lotek. suatu waktu di tingkat dua, seorang teman seasrama membeli lotek untuk makan bersama. katanya, lotek di warung ini pasti enak. soalnya si penjual sudah berjualan lotek sejak si bapak yang aku lupa namanya masih jadi mahasiswa. saat itu, si bapak sedang menjadi menteri. sekian puluh tahun, dagangan yang sama, lokasi yang sama, warung kecil yang sama.

kita mulai lagi dengan awal yang berbeda. kali ini, dari sebuah cerita dari beberapa teman di waktu yang berbeda. inti kesimpulannya, kebanyakan manusia salah didik dari awal, sehingga ia tidak siap. karena ketidaksiapannya, ia gagal mewujudkan citanya atau bahkan tidak berani mencitakan hal yang lebih besar, apalagi menjalaninya. karena itu, mari kita nantinya saat kita jadi orang tua, didiklah anak dengan sebaik-baiknya.

kemudian seorang kawan berkomentar “hmph, memang menitipkan mimpi itu lebih mudah daripada menjalankannya!” Baca lebih lanjut

Terima Kasih

“Cara belajar terbaik adalah dengan mengajar”

Termasuk dalam kehidupan. Tiga minggu menemani adek-adek yang baru lulus sma mempersiapkan diri menghadapi sbmptn, mengajariku banyak tentang kehidupan. Mungkin lebih tepatnya, menggali kembali kebijaksanaan yang pernah diajarkan yang tertimbun dalam rutinitas kehidupan. Ada, tak hilang, tapi kadang terlupakan. Baca lebih lanjut

Pengalaman Pertama Shalat Berdiri di kereta Api, Ternyata Bisa!

Jumat sore kemarini merupakan pertama kalinya aku berpetualang menuju Kota Surabaya, kotanya hiu dan buaya. kereta api yang kugunakan namanya Mutiara Selatan, berangkat 15.45 dari Stasiun Bandung. Karena macet, aku baru sampai di stasiun 15.30, dan langsung terburu-buru naik kereta api tersebut.

Sebelum-sebelumnya, aku paling jauh naik kereta api Bandung-Yogyakarta, yang waktunya sedemikian serupa sehinga tidak butuh shalat di kereta kalau menjamak shalat di awal ataupun di akhir. sementara, perjalanan kali ini mengharuskanku setidaknya shalat maghrib, isya, dan subuh di kereta, ditambah lagi shalat ashar karena aku tidak sempat shalat sebelum naik kereta. Baca lebih lanjut

Anak nakal itu, ada! (1)

pernahkah kamu bertanya,

banyak yang mengatakan “anak nakal itu tidak ada, nakal itu hanya masalah cara pandang saja”, tapi kenapa kejahatan anak dan/atau remaja kian marak?

jangan melarang anak, biarkan anak belajar sendiri dari konsekuensi, tapi kenapa rebellion atau pembangkangan semakin terjadi?

pernahkan berpikir,

pola pengajaran guru semakin menarik, tapi adab terhadap guru semakin luntur.

guru tidak diperkenankan menghukum, tapi bullying semakin menakutkan. Baca lebih lanjut

an essay for YLI bandung application

we all know a saying ‘experience is the best teacher’, and a wise man once said ‘everyone and everything around you is a good teacher’. true, we can learn how to do good things from good people, and what not to do from bad examples. however, the real question about learning is “do you really want to learn?”.

basically, all my leadership experiences is narrowed to that one question. I have read various leadership books and have seen numerous good leaders around me, it is not an understatement to say I am not a good leader, yet. at least not up to my own standards. however, as Richard Branson said ‘you do not learn how to walk by following rules, you learned by doing, and by falling over’. Baca lebih lanjut

Islam Tidak Perlu Dibela!, ?

Alkisah, di suatu malam seperti biasa, tersebutlah seorang anak manusia, sebut saja fatah, yang membaca sebuah cerpen yang disebarkan oleh temannya di dunia maya. inti cerpen itu adalah, ‘pilpres ga ada kaitannya sama kejayaan kemenangan islam. kalaupun ada, Islam tidak perlu dibela, cukup Allah yang membela!’ katanya. ‘siapa kamu sok-sokan membela, apa kamu ragukan kekuasaan Allah dalam membela!? apa kamu ragukan janji Allah bahwa Islam pasti berjaya!? mending kamu urusi saja shalatmu, sudah benar apa belum. juga ibadah-ibadahmu’ katanya lagi. tentu tidak dengan nada demikian, tapi kira-kira itulah nada tersirat yang disampaikannya.

bukan, kita tidak akan membahas pilpresnya. topik pilpres memang gurih, renyah, tapi makanan senikmat apapun akan membosankan disajikan berulang kali, dan banyak dari kita sudah muak dengan topik ini. mari kita bahas pernyataan si empunya cerpen.

‘Allah menjanjikan islam pasti berjaya.’

setuju. tidak ada ketidaksetujuan di sini tentunya.

‘Allah Maha Kuasa, tidak perlulah Islam kita bela, cukup Allah yang membela.’

terlepas benar-tidaknya, timbul pertanyaan; ketika suatu saat islam berjaya, di mana kah posisi kita? apa kita termasuk orang yang memperjuangkannya, atau pun sekedar bertepuk tangan? semalas apa kita, berpangku tangan hanya bertepuk tangan dengan mengatakan ‘ah, islam sudah pasti menang’? apa bedanya dengan Bani Israil yang berkata “pergilah kamu Musa berperang dengan Tuhanmu, kami akan menunggu di sini”. atau dengan kata lain ‘hei, pergi sana perang sendiri (berdua dengan Tuhanmu. nanti kalo udah menang panggil ya’. Baca lebih lanjut

bullshit marketing

silahkan cari di om google, setahuku istilah ini baru pertama kali ditulis di tulisan ini 😄

sebenarnya, istilah ini bukan berasal dariku. ini adalah istilah yang diajarkan oleh seorang senior yang sudah mencicipi asam-garam kehidupan dan manusia yang ada di dalamnya.

sebut saja sebuah perusahaan game bernama heritage (bukan nama sebenarnya), yang didirikan oleh orang-orang yang memiliki visi sama; membuat game RPG. di awal-awal keberjalanannya, mereka menyadari membuat game RPG terlalu sulit untuk sumber daya yang mereka miliki, sehingga strategi mereka berganti: bikin game lain dulu buat ningkatin pengalaman, sekaligus cari nama dan dana.

karena perbedaan visi, friksi-friksi, dan berbagai masalah pribadi, sebagian tim melepaskan diri, termasuk si senior ini. nah, beberapa bulan setelahnya, muncullah game pertama keluaran perusahaan ini, bukan game RPG tentunya. yang mengejutkan, ketika diwawancarai, dengan pede menyebutkan bahwa game mereka akan dibuat versi androidnya, dan bahwa game selanjutnya yang akan diterbitkan adalah game RPG, dan mereka sedang dalam proses pembuatan.

the truth? it’s completely bullshit. Baca lebih lanjut