A Code

I, the writer, hereby writing to remind myself that it is okay:

To try, as nothing is more regretful than losing by not trying.

To risk, as long as you calculate the risk (and prepared for any outcome).

To fail, as long as you get yourself back up.

To succeed and triumph, as long as you are not drowning in it.

To disappoint someone, as long as you make up for it later (if he/she’s worth it).

To be misunderstood, as long as you stay true to yourself.

To be disappointed, as long as you forgive. Baca lebih lanjut

Iklan

missconception of passion (1)

sebelum dimulai, OOT dulu lah. judulnya sengaja dibikin bahasa inggris biar berirama. udah mikir seminggu lamanya, masih belum ketemu judul yang pas dalam bahasa indonesia. bahasa indonesianya, salah kaprah tentang hasrat, dan mari kita mulai…

Bahaya 1: “Kalau mau sukses, ikuti passion-mu!”

passion, yang berarti hasrat, kata-kata seirama sering kita dengar akhir-akhir ini, baik dari motivator betulan maupun dari motivator kacangan. dari kawan maupun dari sekdar kenalan. tapi benarkah?

ada sebuah retorika menarik yang pernah kubaca dari Pak Mohammad Fauzil Adhim. benarkah sukses harus sesuai hasrat? atau sebaliknya, benarkah hasrat membawa pada kesuksesan? bahkan yang lebih mendasar lagi, apa arti hasrat, dan apa arti sukses? Baca lebih lanjut

Indonesiaku

kali ini, aku mau berbagi cerita. ini bukan cerita tentang cinta, bukan juga cita-cita. hanya sebuah cerita kebanyakan remaja kita. tapi juga cerita orang dewasa dan balita di negeri kita, indonesia.

cerita negeri kaya dimana, bayinya minum susu perusahaan eropa. mainan para balita diimpor dari cina. menjelang TK, disney dan kartun jepang menjadi tontonannya. mulai bisa membaca, bacaannya manga. banta berensyah, amat rhah manyang, malin kundang, cerita perwayangan, hanya tersisa di ingatan orang tuanya saja.

menjelang remaja, beda lagi ceritanya. teknologi menjadi kebutuhan primer melebihi nasi, meskipun hanya digunakan untuk buka sosial media dan ber-haha-hihi. hapenya bukan hape biasa, tapi hape pintar buatan korea, atau bermerk amerika meski dimanufaktur di cina.laptopnya juga sama, berbangga-bangga dengan merk cina, jepang, korea, atau amerika, padahal seringnya cuma dipake nge-game, itu juga buatan orang di luar sana. Baca lebih lanjut

Mohon Bantuannya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Karena satu dan lain hal, aku memutuskan mengevaluasi diri lagi tahun ini. dimohon bantuan kawan-kawan semua untuk ngisi ini https://docs.google.com/spreadsheet/viewform?formkey=dHcxUHh2U0JBOWxpVEw3UlVkSlVwVVE6MQ

yakinlah, sekecil apa pun informasi yang ditulis akan sangat berguna, insya Allah. oh iya, akan lebih baik kalo pandangan kamu disertakan dengan kejadian yang membentuk pandangan itu.

misal:

Fatah suka kesiangan, kehadiran buat pelajaran yang jam 7 pagi dibawah 80%

Fattah itu suka nunda-nunda, tugas fismat yang dikasi waktu 3 minggu baru dibikin H-3. itu juga banyakan gw yang bikin.

Fathah itu baek, asal rapat pasti bawa makanan.

da~n lain sebagainya.