ketidak-efisienan pasar dan ketidak-jujuran pelajar

disklaimer: tulisan ini ditulis oleh orang yang bukan ahlinya ekonomi, bukan mahasiswa ekonomi, cuma kebetulan ambil mata kuliah pengenalan sumber daya dan ekonomi lingkungan. itu juga baru minggu keempat.

dalam Wealth of Nation oleh Adam Smith, diceritakanlah sebuah teori ‘tangan tak terlihat’. singkatnya, dalam kondisi pasar yang ideal/efisien, pasar akan mengatur dengan sendirinya. tiap manusia diberkahi oleh keinginan untuk mendapatkan lebih, sehingga ingin memakimalkan keuntungannya. bagaimana caranya?  kalau manusia tidak ingin memperbaiki kualitas hidupnya, mungkin dia memang bosan hidup.

semakin tinggi harga barangnya, berarti ketersediaan barang lebih sedikit dari permintaan, dan sebaliknya. harga jual yang tinggi mungkin akan memberikan keuntungan/unit yang lebih besar bagi penjual, namun karena semakin sedikit yang mampu membeli, maka tidak akan memberikan keuntungan total maksimal bagi penjual. harga yang sangat rendah akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi pembeli, namun harga yang sangat rendah membuat penjual enggan memproduksi banyak, sehingga barang jadi susah dicari. maka keuntungan total (bagi kedua pihak) paling besar adalah di saat permintaan dan penawaran seimbang, atau bahasa kerennya, marginal cost=marginal benefit. dari sini, kita bisa simpulkan juga kalau harga barang merupakan kode terhadap kelangkaan. jadi kalau orang yang suka ngasih kode berarti?

tapi ada beberapa kondisi di mana terjadi ketidak-efisienan dalam mekanisme pasar, salah satu penyebabnya adalah ketidakjelasan dalam kepemilikan sesuatu/properti, bahasa bulenya property right. ketidakjelasannya bisa karena memang kepemilikan suatu barang tidak diatur dalam aturan, misalnya udara, atau (salah satunya) karena ketidakjelasan dalam penegakan hukum yang diaturnya. salah satunya, adalah open-access resource, sumber daya bebas (bagi siapa saja), yang kemudian berujung pada tragedy of the common, yang mungkin kurang lebih artinya tragedi orang kebanyakan.

salah satu gambarannya, adaah burung dodo. burung liar ini, kabarnya, memiliki daging yang sangat enak. saking enaknya, ia terus diburu sampai punah. tragedi. kenapa ini terjadi? kalau dilihat dari pandangan ekonomi, karena burung dodo adalah sumber daya bebas, yang tidak diatur oleh aturan apa pun. karenanya, tiap orang bebas memburunya.

saat populasi sudah sedikit, orang tetap tidak membatasi perburuannya. eknapa? karena ia sumber daya terbuka. semua pemburu berpikir sama, “ah, kalau aku berburu atau enggak sama saja, nanti bakal diburu pemburu lain”. dan punahlah ia.

kisah burung dodo tadi, kalau dipikir-pikir, tidak jauh berbeda dengan kejujuran pelajar di negeri kita. masyarakat yang lebih mementingkan hasil (nilai) daripada proses (belajar), dibarengi sama tuntutan kurikulum yang tinggi, dan keterbatasan proses belajar-mengajar, menghasilkan siswa yang tersudut di antara soal-soal ujian.

di tengah peliknya masalah, satu-dua mulai berulah dengan cara-cara tidak jujur. mujur, sebagian guru juga memaklumi, mungkin untuk menebus rasa bersalah atau sekedar agar menaikkan nilai rata-rata sekolah. jawaban teman yang tadinya merupakan properti pribadi, beralih fungsi jadi sumber daya bebas karena guru-guru yang tidak tegas. terjadilah tragedi kebanyakan, yaitu kejujuran yang terancam kepunahan. salah siapa?

-bisikan saat tutorial tadi siang

*sebenarnya bisa dijelaskan lebih lanjut dengan eksternalitas negatif, sehingga membuat marginal cost lebih rendah dari seharusnya, dan menghasilkan suplai yang berlebihan, tapi dicukupkan sampai di sini agar tidak pusing.

**sebagian mengatakan teori ekonomi Adam Smith sendiri merupakan penemuan ulang, kalau tidak ingin dikatakan saduran, dari karya-karya ilmuan timur tengah sebelumnya yang memang beberapa diperkenalkan di dunia barat sebagai ilmu baru dengan maupun tanpa mencantumkan sumbernya.

Iklan

2 pemikiran pada “ketidak-efisienan pasar dan ketidak-jujuran pelajar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s