hihi, selamat datang kembali. benar kan, di sini lebih menawan hati?

aku tidak kembali kok. ini hanya kesalahan.

sudah fitrahnya kalau darah itu merah. sebagaimana sudah fitrahnya kau salah arah, tidak usah bersusah payah.

salah atau tidak bukan kau yang menentukan. bukan sekarang jawaban disimpulkan.

sudahlah, kenapa kau bersusah payah? ya, hadiahnya mewah, tapi kan itu katanya. kalau memang ada. kalau tidak ada? berapa puluh tahun kau tersia-sia? lalu jadi apa? hanya tanah kembali ke tanah.

kalau tidak ada, aku hanya menjadi tidak ada. kalau memang ada, kau mau bilang apa? justru selamanya aku sia-sia, bahkan terhina. ada-tak ada kemungkinannya hanya dua, setengah. kalau tak ada rugiku tak seberapa, kalau ada aku terhina selamanya, tak hingga. katanya kau jago matematika, hitung sendiri resikonya besar yang mana.

ada-tak ada pilihan memang dua, tapi kan besar kemungkinannya berbeda? bagaimana bisa kau percaya yang tak pernah ada buktinya? ya tapi bolehlah, aku terima jawabanmu, sepakat untuk tidak sepakat. terus kau mau apa? sini duduk dulu, temani aku dengan kopi.

tidak. duduk denganmu menyenangkan, tapi tak akan pernah membahagiakan. tak ubahnya tidur siang sebelum ujian, menyenangkan, tapi melalaikan. bisa-bisa kebablasan.

terus, kau mau apa?

entahlah, tetap mencoba? memang apalagi?

kau sudah gagal berapa banyak? berapa banyak lagi kegagalan yang diperlukan agar kau terpuaskan?

entahlah, harapanku sih tidak akan pernah. gagal ya galal lah. yang penting aku berusaha dan mencoba.

lalu apa bedanya kau dengan lalat yang membentur-benturkan kepalanya di kaca, percuma dengan cara yang sama?

aku berbeda, kan aku manusia. aku belajar, menghapus satu kemungkinan di tiap kegagalan, menemukan langkah yang lebih baik tiap satu percobaan.

terus, cara kali ini apa?

aku tak akan melakukannya sendiri kali ini.

bukankah kau sudah pernah dengan cara yang sama? bahkan beramai-ramai? saat kau kemudian terjatuh dan tertinggal, tanpa ada yang menarik untuk berdiri kembali? lupa kah?

yang ini beda. tidak perlu keramaian, satu saja cukup.

ho, apa yang membuatmu yakin? jika keramaian meninggalkanmu, kenapa satu ini tidak? kamu yakin?

kan?

tapi, tak ada cara lain kan? setidaknya, tidak terpikirkan saat ini.

kan? makanya, buat apa susah-susah? di sini sajalah.

sebentar, biarkan aku berpikir

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s