Hai kawan lama

Hei. Kelihatannya aku tersesat, lagi ya? Haha. Terlalu sering ini terjadi, hingga membuat kita menangis dan tertawa di waktu beriringan sepertinya. Cukup sering aku kebingungan mencari jalan, hanya untuk kemudian menemukan uluran tangan dari doa-doa kita.

Kau tahu, ada masanya kita satu. Kita, anak kecil yang sok tahu. Masa di mana kita bersama melawan dunia. Seakan ia hanya bola kecil di tangan, tak ada harganya. Menariknya, jika dilihat lagi, masa-masa itu adalah masa aku –kita– merasa benar-benar bahagia dan berwarna. Saat kita bisa benar-benar merasa dekat dengan-nya.

Kapan lagi, seorang anak manusia melawan harimau, naga, dan bahaya lainnya termasuk serigala yang merasa domba? Setidaknya, bagi kita mereka seberbahaya itu waktu itu.

Kemudian aku tumbuh mengenal dunia. Ternyata ia nyata, bukan hanya hitam seperti yang selama ini kita lawan. Aku mengenal –mengamati, lebih tepatnya– banyak warna kehidupan. Terpesona dengannya.

Perlahan aku membencimu, anak kecil yang sok tahu. Aku membencimu, dan doa-doamu. Doa-doa kita, anak manusia yang kekanak-kanakan. Doa-doa kita, yang merasa bangga dengan dirinya. Tak ubahnya merasa sufi padahal orang gila.

Aku terlalu dekat dengannya. Dunia yang bermuka dua mempesona dengan banyak cerita, cukup lama untuk melumat hingga hanya akal yang tersisa. Nyaris tanpa asa.

Sekarang aku dewasa, dan aku merindukanmu. Doa-doa kita, seberapa pun bodohnya, berulang kali menjadi uluran tangan di tengah kesesatan. Bukan, bukan air saat dahaga. Mungkin lebih seperti air seni di tengah sahara. Menjijikkan, hanya berguna dengan membuang segala gengsi dan harga diri, tapi memperpanjang perjalanan hingga sampai oasis terdekat.

Kita dulu bodoh, tapi cukup benar. Aku terlalu lama berusaha dewasa hingga menjadi tua. Tua dan buta. Terlalu tua, karena lama mengasingkanmu. Padahal tidak ada kedewasaan tanpa sedikit kekanak-kanakan. Sekarang, semoga belum terlambat. Bersediakah berjuang bersama lagi, aku di masa lalu?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s