NPC di Muka Bumi

Non-Playable Character, any character that is not controlled by a player.

sejujurnya aku bingung harus memulai tulisan ini dari mana. ada banyak awal di kepala yang sintesanya sesuai dengan tujuan tulisan ini. karena itu, lebih baik kutuliskan saja beberapa sekalian. maka sebelumnya, mohon bersabar jika tulisannya kurang ramah untuk dibaca.

mari kita mulai dengan sebungkus lotek. suatu waktu di tingkat dua, seorang teman seasrama membeli lotek untuk makan bersama. katanya, lotek di warung ini pasti enak. soalnya si penjual sudah berjualan lotek sejak si bapak yang aku lupa namanya masih jadi mahasiswa. saat itu, si bapak sedang menjadi menteri. sekian puluh tahun, dagangan yang sama, lokasi yang sama, warung kecil yang sama.

kita mulai lagi dengan awal yang berbeda. kali ini, dari sebuah cerita dari beberapa teman di waktu yang berbeda. inti kesimpulannya, kebanyakan manusia salah didik dari awal, sehingga ia tidak siap. karena ketidaksiapannya, ia gagal mewujudkan citanya atau bahkan tidak berani mencitakan hal yang lebih besar, apalagi menjalaninya. karena itu, mari kita nantinya saat kita jadi orang tua, didiklah anak dengan sebaik-baiknya.

kemudian seorang kawan berkomentar “hmph, memang menitipkan mimpi itu lebih mudah daripada menjalankannya!”

aku tercekat. ia benar. kenapa mesti menunggu, kalaupun punya, anak kita? kenapa tidak dimulai dari sekarang? jangan-jangan, sebenarnya orang tua kita juga menitipkan mimpinya ke kita, yang kemudian kita titipkan  lagi ke generasi selanjutnya? kalau begitu, kapan jadinya?

dalam game RPG online, kemungkinan hanya dibatasi oleh imajiansi si pembuat dan pemainnya. bebas memilih ras manusia, orc, elf, dwarf, bahkan yang gak mirip manusia seperti  undead. di perjalanan, mereka bisa memilih profesi seperti kesatria, asasin, penyihir, bahkan yang tidak terlalu berhubungan dengan pertarungan seperi pencuri, pendeta ataupun pedagang.

semuanya mulai dari level satu. semuanya bisa memilih dan bertumbuh sesuka hatinya. kecuali satu; NPC. buat yang gak familiar dengan game, NPC ini biasa kerjaannya jadi pedagang, penjaga kota/istana, dsb. dari awal kita main level 1 sampe level 99, kerjaannya tetap itu aja. gak berubah-ubah.

jangan-jangan, sebenarnya di dunia nyata banyak juga NPC yang berkeliaran? dosen yang sekedar mengajar dan menjabat, itu-itu aja kerjaannya, menelantarkan kewajiban lainnya seperti meneliti dan mengabdi di masyarakat, jangan-jangan ia jadi NPC? pengusaha kaya yang itu-itu aja kesibukannya, berpuas dengan harta yang ada tanpa berusaha menolong lebih banyak orang dengan membuka lebih banyak pekerjaan hanya karena tak mau direpotkan, jangan-jangan ia jadi NPC? pekerja swasta maupun negeri yang itu-itu saja rutinitasnya, tidak menambah produktivitas ataupun berusaha menjadi lebih berarti bagi instansinya, asal gaji berlimpah untuk keluarga, bukankah ia NPC? ustadz yang itu-itu saja ceramahnya, tidak menambah ilmunya, tidak bertambah pengaruh dakwahnya, tidak juga bertambah produktivitas ibadahnya, bukankah ia jadi NPC?

kalau begitu, tidaklah salah Benjamin Franklin “banyak orang mati saat dua puluh lima dan tidak dikubur sampai mereka tujuh puluh lima”!

mohon ingatkan kalau aku juga mulai menjadi NPC.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s