Tentang Tujuan

Kau tahu? Sepertinya, hanya manusia satu-satunya yang mengalami masa gundah-gulana. Atau galau, kosa kata yang tenarnya. Pernahkah kau bertanya, kenapa?

Aku bukan ahli hewan, apalagi ahli kehidupan. Tapi menurut ketidakbijaksanaanku, karena mereka tahu tugas dan tujuannya.

Rusa tak pernah terbebas dari ancaman. Hari-harinya, dibayang-bayangi pemangsa yang mengerikan. Toh itu tak menghalangi mereka merumput dan menyeruput air, menikmati sebagian keberkahan yang disediakan alam. Pada saatnya, maut pasti datang juga. Pada kedatangannya, mereka tak pernah bertanya ‘kenapa saya?’ atau ‘salahku apa?’. Apalagi makian yang menyalahkan pemangsa yang memcari makan. Hanya lenguhan untuk memperingatkan kawanan agar berlarian.

Boleh jadi harimau tidak khawatir dimangsa. Tapi ia juga tak khawatir hari ini akan makan apa.  Padahal, hidupnya sendirian, tapi ia tak pernah kesepian. Hanya berkumpul di musim kawin. Tak pernah dianggapnya tidak menyenangkan. Bahkan, sang betina lebih jantan dari yang jantan. Seorang diri ditinggalkan dengan beberapa mulut mungil yang butuh makan. Tapi tak pernah ada tangisan menyesali kehidupan.

Aku bukan ahli kehidupan. Tapi dibanding itu, bukankah sebenarnya hidup manusia lebih nyaman? Kegalauan, mungkinkah hanya akibat ia lupa tujuan diciptakan?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s