Pengalaman Pertama Shalat Berdiri di kereta Api, Ternyata Bisa!

Jumat sore kemarini merupakan pertama kalinya aku berpetualang menuju Kota Surabaya, kotanya hiu dan buaya. kereta api yang kugunakan namanya Mutiara Selatan, berangkat 15.45 dari Stasiun Bandung. Karena macet, aku baru sampai di stasiun 15.30, dan langsung terburu-buru naik kereta api tersebut.

Sebelum-sebelumnya, aku paling jauh naik kereta api Bandung-Yogyakarta, yang waktunya sedemikian serupa sehinga tidak butuh shalat di kereta kalau menjamak shalat di awal ataupun di akhir. sementara, perjalanan kali ini mengharuskanku setidaknya shalat maghrib, isya, dan subuh di kereta, ditambah lagi shalat ashar karena aku tidak sempat shalat sebelum naik kereta.

Sebelum mengambil wudhu di kamar mandi, aku teringat pernah membaca bahwa menurut sebagian ulama, shalat tetap harus diusahakan menghadap kiblat walau di dalam kendaraan. terlebih lagi jika kendaraannya minim belokan seperti pesawat, kapal, dan kereta api. Sayangnya, setelah mengecek arah kiblat, kursiku tidak menghadap ke arah kiblat. wah, berarti harus shalat berdiri nih, tapi di mana?

Sehabis berwudhu, kebetulan gerbong tempat aku duduk pas di belakag gerbong petugas, yang ada kantinnya. Aku bertanya ke seorang petugas kebersihan yang ada di dekat situ.

“Punten A, saga lupa belum shalat ashar, bisa shalat di mana ya?”

Dengan raut kebingungan, ia minta saya untuk menunggu sementara ia bertanya ke petugas lainnya. Ternyata, memang tidak ada ruang shalat di kereta api ini. tapi, ada gudang tempat penyimpanan tas-tas petugas dan barang lainnya. Karena aku gak membawa sajadah, jadilah shalat dengan alas berupa trash bag besar yang belum dipakai, bermodalkan app kompas di hape untuk menentukan arah kiblat. plus shalat masih memakai sepatu hehe.

Ada sensasi sendiri shalat berdiri di kereta api, kapan-kapan cobalah!

Setelah cerita: Ternyata awalnya aku duduk di gerbong yang salah. Tiketku bisnis 2, tapi tadi duduk di bisnis 1.

Iklan

2 pemikiran pada “Pengalaman Pertama Shalat Berdiri di kereta Api, Ternyata Bisa!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s