Robohnya Surau Kami

‘…..kenapa engkau biarkan dirimu melarat, hingga anak cucumu teraniaya semua. sedang harta bendamu kau biarkan orang lain yang mengambilnya untuk anak cucu mereka. dan engkau lebih suka berkelahi antar kamu sendiri, saling menipu, saling memeras. Aku beri kau negeri kaya raya, tapi kau malas. kalu lebih suka beribadat saja, karena beribadat tidak mengeluarkan peluh, tidak membanting tulang. sedang Aku menyuruh engkau semua beramal di samping beribadat. bagaimana kau bisa beramal kalau kau miskin. engkau kira Aku ini suka pujian, mabuk disembah saja, hingga kerjamu lain tidak memuji-muji dan menyembahKu saja. Tidak…..”

“…. sejak itu berubahlah letak panggung sandiwara. jika dulu si anak yang berbohong, si ayah yang percaya, maka kini si ayah yang menipu, si anak yang percaya. …”

“Buaya itu, Hasibuan, bukan jantan saja jenisnya. mengerti kau. siapa tahu, barangkali dia sedang mengakalimu. sedang memikatmu supaya kau kawani dia. ….”

“Hm. sekarang kau baru pandai berkata tentang kebenaran Tuhan. Kenapa? karena kau hendak menyembunyikan kesalahan perbuatanmu semata. karena kau hendak mengelakkan akibat perbuatanmu yang salah dulu. Kau pikir, dapakah ampunan itu dikejar dengan menyerahkan diri begitu saja tanpa berani menanggung resiko dari kesalahan yang telah kau lakukan sendiri?”

kutipan cerpen oleh A. A. Navis di buku kumpulan cerpennya yang berjudul Robohnya Surau Kami, sesuai judul salah satu cepen di dalamnya. ada banyak hikmah yang membuka pikiran di tiap cerpennya, jika tidak di tiap lebarnya. belum lagi bahasa sastra orang tempo dulu, yang lebih dekat dengan melayu daripada logat ibukota, menjadi hiburan tersendiri yang membuat tetap betah membaca.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s