sehabis baca “totto-chan: gadis cilik di jendela”

halo dunia maya! lama tak bersua melalui tulisan di blog sini, maafkan jika ada yang menunggu-nunggu tulisan selama ini *halah. selain karena disibukkan Tugas Akhir, yang Alhamdulillah udah beres, susah rasanya menyemangati jari untuk merangkai kata. ya, beberapa bulan ini aku belajar lebih banyak diam dan memperhatikan, walau masih cerewet juga di ask.fm.

oke, kembali ke topik judul tulisan ini; novel non-fiksi tentang pendidikan seorang anak “nakal”, yaitu pengarangnya, di sekolah dasar tomoe, Jepang, sekitar tahun 1940an. novel ini sendiri terbit di taun 80an, dan menjadi best seller di berbagai negara. sudah lama terbit di Indonesia, namun masih sering dicetak ulang. ya, tulisan yang bagus akan seakan-akan abadi.

menurutku, ini buku yang wajib dibaca oleh para pendidik dan calon pendidik, baik formal maupun non-formal. terutama untuk mendidik anak kecil. karena semua orang normalnya akan menjadi orang tua yang mendidik anaknya, maka buku ini sangat baik dibaca semua orang.siapa pun yang membaca buku ini, tentu akan sangat terkesan dengan Mr. Kobayashi, sang kepala sekolah. caranya mendidik dan berinteraksi dengan anak, jauh melebihi zamannya, untuk ukuran negara Jepang. banyak kesalahan-kesalahan kecil orang tua maupun guru, ditampakkan di buku ini dan bagaimana memperbaiki kesalahan-kesalahan itu. tiap bab-nya, jika kamu membaca cepat, setidaknya ada satu pelajaran di dalamnya. jika kamu membca dan merenungkannya, tentu jauh lebih banyak dari itu.

cukup tentang Pak Kobayashi, dengan membaca sekilas tentu kita bisa mengerti betapa hebatnya bapak ini. karena itu, yang ingin kubahas adalah tokoh yang lebih tidak menonjol, orangtuanya Totto-chan.

anakmu dikeluarkan dari sekolah karena kelakuannya yang nakal dan tidak bisa diatur. parah ya? apa yang akan kamu lakukan?

jika jawabanmu memarahinya, kesal dengannya, atau sejenisnya, maka itu hal yang wajar. walaupun hal yang wajar belum tentu hal yang baik. untungnya, bukan itu yang dilakukan oleh mereka.

Mama tidak bilang kepada Totto-chan bahwa dia dikeluarkan dari sekolah. dia tahu, Totto-chan takkan mengerti mengapa ia dianggap telah berbuat salah dan Mama tidak ingin putrinya menderita tekanan batin, jadi diputuskan tidak memberitahu Totto-chan sampai ia dewasa kelak. Mama hanya berkata, “bagaimana kalau kau pindah ke sekolah baru? Mama dengar ada sekolah yang sangat bagus.”

waktu itu bisa saja dia berkata, “apa jadinya kau nanti? kau sudah dikeluarkan dari satu sekolah. kalau mereka mengeluarkanmu dari sekolah berikutnya, kau akan sekolah di mana?

kalau ibuku berkata begitu padaku, aku pasti akan merasa gugup dan merasa diri tak berguna ketika masuk ke gerbang Tomoe Gakuen pada hari pertamaku di sana. Gerbang yang hidup, berdaun, dan berakar, dan kelas-kelas dalam gerbong kereta api tidak akan terlihat menyenangkan di mataku. betapa beruntungnya aku punya ibu seperti ibuku.

di bagian lain,

Totto-chan terlalu muda untuk tahu tentang seni, ideologi, dan kerja. tapi dia tahu Papa sangat mencintai biolanya dan orang mulai “mengucilkannya”. banyak keluarga dan kerabatnya yang tidak mau lagi bicara kepadanya.papa mengalami masa-masa sulit, tapi dia bersikukuh tidak mau menyerah, demi musik dan biolanya. Totto-chan berpikir, papa punya hak untuk tidak memainkan lagu yang tidak disukainya. Totto-chan melompat-lompat di sekeliling papa dan berkata riang, “aku tidak peduli, karena aku juga mencintai biola Papa.”

Banyak lagi pengajaran-pengajaran yang sifatnya lebih tak langsung, misalnya bagaimana Papa, sebagai orang Jepang tahun 40an, mempunyai wawasan dan pergaulan yang luas sehingga tidak kolot memegang tradisi pengajaran ala Jepang saat itu melainkan lebih terbuka terhadap perkembangan dunia luar dan mengizinkan bahkan mendukung Totto-chan mencoba dan melakukan banyak hal. bagaimana ibunya, tidak memarahi anaknya yang sering kali pulang dalam keadaan kotor dan baju yang kadang sobek. tentunya ini juga didukung dengan situasi keluarga yang berkecukupan, terbukti Papa mempunyai rumah kaca tempat memelihara bunga kesayangannya.

banyak hal menarik lainnya yang akan terlalu panjang untuk diceritakan, maka, selamat membaca!

PS: jangan minta pinjam bukunya ke aku, aku juga minjam hahaha.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s