entah di mana salahnya negara kita

kita diajarkan untuk tidak menyebarkan keburukan orang lain, dan itu adalah hal yang benar dan baik. satu-satunya alasan menyebarkan keburukan dengan menyebutkan pelakunya, adalah ketika bersaksi di hadapan hakim, sang penentu keputusan.

dalam sistem pemilu sekarang ini, pengambil keputusan adalah rakyat, sehingga tiap rakyat harus tahu baik/buruknya orang-orang yang akan dipilihnya untuk dapat memutuskan sebijak mungkin. sayangnya, karena tiap rakyat harus tahu, maka tersebarlah kebaikan/keburukan tiap calon ini di hadapan rakyat, sehingga terciptalah rakyat yang biasa membahas keburukan orang lain, yaitu calon-calon tadi.

idealnya, peran berita ini diambil oleh media yang diharuskan untuk meliput kedua sisi. namun, diakui atau tidak, situasi sekarang tidak seideal yang diinginkan. kenyataannya, media dimiliki/ditunggangi yang punya kepentingan, sehingga memilah-milah berita mana yang disampaikan, mana yang ditahan. alhasil, terciptalah calon-calon yang berusaha menguasai media untuk menutupi kejahatannya, dan calon-calon yang meneriak-neriakkan kebaikannya yang ditutupi/tidak diketahui media.

Iklan

Satu pemikiran pada “entah di mana salahnya negara kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s