bullshit marketing

silahkan cari di om google, setahuku istilah ini baru pertama kali ditulis di tulisan ini XD

sebenarnya, istilah ini bukan berasal dariku. ini adalah istilah yang diajarkan oleh seorang senior yang sudah mencicipi asam-garam kehidupan dan manusia yang ada di dalamnya.

sebut saja sebuah perusahaan game bernama heritage (bukan nama sebenarnya), yang didirikan oleh orang-orang yang memiliki visi sama; membuat game RPG. di awal-awal keberjalanannya, mereka menyadari membuat game RPG terlalu sulit untuk sumber daya yang mereka miliki, sehingga strategi mereka berganti: bikin game lain dulu buat ningkatin pengalaman, sekaligus cari nama dan dana.

karena perbedaan visi, friksi-friksi, dan berbagai masalah pribadi, sebagian tim melepaskan diri, termasuk si senior ini. nah, beberapa bulan setelahnya, muncullah game pertama keluaran perusahaan ini, bukan game RPG tentunya. yang mengejutkan, ketika diwawancarai, dengan pede menyebutkan bahwa game mereka akan dibuat versi androidnya, dan bahwa game selanjutnya yang akan diterbitkan adalah game RPG, dan mereka sedang dalam proses pembuatan.

the truth? it’s completely bullshit.

mereka ga punya sumber daya manusia yang cukup. jangankan sumber daya manusia, bahkan mereka tidak memiliki kemampuan yang cukup, neither capability-wise nor technology-wise. darimana ke-pede-annya? entahlah, yang pasti dia menggali kuburannya sendiri, kecuali tidak ada yang ingat. picik ya?

nah ternyata, bullshit marketing kenyataannya lebih sering terjadi di kehidupan sehari-hari, mungkin tanpa sengaja. sebut saja, seorang kenalan yang di dunia maya sibuk mengepos tips-tips bisnis, motivasi, marketing dan sebagainya. sehingga tak jarang orang-orang, termasuk aku, menganggap ia sudah sangat “dewa” di bidang itu.

kenyataannya? nol besar.

nol bukan karena ia belum memulai, melainkan karena bisnis yang ingin dimulainya bersama beberapa kenalan, ditelantarkan kewajibannya. bukan masalah sebenarnya menelantarkan bisnisnya selama tidak mengganggu orang lain, tapi ia menelantarkan tanggung jawab di bisnis yang digeluti bersama-sama. ia sibuk membesarkan bayangan dirinya, tapi menelantarkan kewajiban aslinya.

nah, yang ini mungkin korban dari perkataan “agar terpacu mencapai tujuan, omongkan tujuanmu ke semua orang sehingga kamu akan merasa malu jika kamu tidak berusaha mencapai tujuanmu”. kenyataannya? ia mengatakan ke semua orang tapi tidak menelantarkan jalan mencapai tujuannya.

bagaimana manurutmu? adakah varian bullshit marketer lainnya?

Iklan

2 pemikiran pada “bullshit marketing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s