ga ada waktu, atau ga mau?

P=papa
F=aku

P: adek apa kabar? Lagi di mana?
F: baek pa. Di kos, tidur2an
P: adek udah pensiun ya?
F: ha? Maksudnya pa?
P: iya, kok kerjanya makan tidur aja kayak papa. Papa kan udah pensiun

jlebb!

itulah percakapan dengan papa di telpon beberapa hari lalu. okelah, tobat, mari mulai isi hari dengan kegiatan yang bermanfaat, pikirku saat itu. sebenarnya, banyak buku bagus yang ingin kubaca tapi belum habis dibaca. eh, bahkan beberapa tumpuk belum mulai dibaca. parah.

waktu jelas bukan alasan. liburan di kosan praktis membuat mahasiswa jadi pengangguran. olah raga juga terlupakan sejak cedera lutut hampir dua bulan silam. okelah, daripada mengeram di kos, aku sama berangkat arwin lari sore di saraga.

habis ashar di mushola kita langsung pemanasan. cukuplah udah cedera sekali karena ga pemanasan, jangan sampai keduakalinya. habis pemanasan kita lari dari kenyataan. seputaran, dua putaran, entah diputaran keberapa aku melewati seorang cewek yang lari lebih lama dari aku, sepertinya.

“iya, jadi buka aja website-nya, di situ ada aplikasinya kok. nanti …” percakapannya dengan seseorang entah di mana melalui hp terdengar karena suaranya agak besar.

“aing lagi lari sih di saraga sejujurnya. tapi nanti balik lagi ke apres kok, atau nitip aja ke sana, di sana ada …” percakapan cowok yang tiba-tiba memotongku dari belakang. sama, melalui telepon genggam masing-masing. ya kedua orang ini jelas kelihatan lebih produktif dari aku beberapa hari belakangan.

padahal, pas masih kuliah rasanya selalu kepikiran ‘ahh, mau belajar ini bikin itu tapi gak ada waktu’. eh giliran pas liburan, tingkahnya kaya pensiunan. benarlah jika dibilang dua hal yang sering luput disyukuri manusia adalah kesehatan dan waktu luang. jadi teringat nasehat seseorang bahwa segala yang penting itu diluangkan, bukan dikerjakan di waktu luang. lah ini udah luang aja gak kerja-kerja, tobat fat, tobat.

masih di hari yang sama, di saraga juga, aku bertemu kakek-kakek yang masih segar di usianya sedang berolahraga di sana, malam hari pas mencari kunci motor yang hilang. dari gayanya berjalan dan berbicara, kelihatan kalau dia sepertinya orang penting, dugaanku pengusaha. jika pengusaha sibuk saja masih sempat berolahraga, kenapa kamu enggak fat?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s