dogma baru itu mengatasnamakan toleransi

apa ciri utama agama? menurut seorang kawan, ciri utama agama itu dogma.

“udah percaya aja!”, itu yang disebut dogma.

disadari atau tidak, semua agama setahu saya, sampai batas-batas tertentu pastilah ada unsur dogma. kenapa? karena keterbatasan ‘metode empiris’, metode penelitian untuk membuktikan benar-tidaknya sesuatu. metode ini sangat berpengaruh terhadap kemampuan akal orang yang menggunakannya, keterbatasan pengetahuan yang dimilikinya, serta teknologi apa saja yang bisa digunakannya dalam penelitian tersebut. misalnya, tanpa mikroskop dan peralatan lainnya manusia tidak bisa membuktikan bahwa segala sesuatu di dunia ini terbentuk dari materi yang bisa terus dibagi atau memiliki susunan terkecil, yang belakangan disebut atom. namun kenyataannya, ternyata dengan bertambah majunya teknologi atom ini diketahui bisa dibagi lagi menjadi proton, neutron, elektron, yang ternyata masih bisa dibagi lagi juga.

kembali ke agama, karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan berpikir manusia, kita memiliki ketidaktahuan yang sangat besar yang ditutupi dengan dogma atau kepercayaan, sebut saja keberadaan dan bentuk surga dan neraka, makanya tiap agama memiliki definisi yang berbeda tentangnya.

seperti halnya perkataan, kredibilitas dogma juga ditentukan siapa yang menyampaikannya. bahkan ketika kebenaran disampaikan dari lidah pembohong, akan sangat sulit mempercayainya. lalu kenapa dogma bisa dipercaya oleh tiap penganut agama mana pun? nah, tentu karena kredibilitas penyampainya yang meyakinkan, karena dogma merupakan perkataan Tuhan yang disampaikan melalui utusannya yang terkenal akan karakternya, salah satu yang utama adalah kejujuran.

tapi tidak sedikit juga, pikiran-pikiran bodoh yang lahir dari manusia biasa, yang dipandang sebagai dogma suci bahkan menjadi agama, sebut saja kisah dewa-dewi yunani yang tinggal di Gunung Vesuvius. tak lupa pula dogma dari Aristoteles yang terkenal kebodohannya, misalnya teori abiogenesis, bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk mati.

manusia, dari sejak tercatat keberadaannya, selalu menutupi ketidaktahuannya dengan hal-hal yang dipandang akalnya benar tanpa menyadari keterbatasan akal itu sendiri; yaitu setidaknya pengetahuan dan teknologi yang dimilikinya. maka dari itu lahirlah cerita-cerita petir merupakan bentuk kemarahan Zeus dan sebagainya. sialnya, kebodohan manusia ini masih berlangsung sampai sekarang. sialnya lagi, kebodohan-kebodohan ini ternyata lebih dekat dari yang kita duga. ah, sialnya lagi, selalu saja ada orang-orang yang memaksakan kebodohan-kebodohan ini pada orang lain, salah satunya mengatasnamakan toleransi. contohnya mereka yang berusaha melahirkan dogma baru bahwa dengan tidak merayakan hari raya agama lain tidak toleran, eksklusif, menolak keberagaman. maka sebenarnya, apa itu toleransi?

karena saya tidak memiliki KBBI, mari kita lihat arti kata “tolerant” dalam bahasa inggris dari aplikasi Dinctionary-nya Apple Inc.:

tolerant |ˈtälərənt|
adjective
1 showing willingness to allow the existence of opinions or behavior that one does not necessarily agree with : we must be tolerant of others | a more tolerant attitude toward other religions.

“menunjukkan keinginan untuk mengiizinkan keberadaan dari pendapat atau kebiasaan yang mungkin tidak disetujui oleh seseorang”

catat: mengizinkan, tidak disetujui.

ternyata, toleransi bukan ‘aku lakukan yang kamu lakukan, dan kamu lakukan yang aku lakukan’ tapi lebih ke ‘aku lakukan yang aku lakukan, kamu lakukan apa yang kamu lakukan, dan kita tidak mengganggu satu sama lain’.

benarlah jika Islam mengajarkan ‘lakum diinukum wa liyadiin’, ‘bagimu kepercayaanmu, bagiku kepercayaanku’.

benar juga ketika orang barat mengatakan ‘we agree to disagree’.

benar juga ketika guru saya, Mr. Mucayit (dibaca Mujahid) mengajarkan kutipan film Remember the Titans, “I don’t care if you like each other of not, but you will respect each other”. ngomong-ngomong film itu wajib ditonton, keren tidak cukup untuk melukiskannya.

sampai mana kita tadi? ah ya, arti toleransi. kesimpulannya, toleransi adalah memperbolehkan hal yang mungkin tidak kita setujui. toleransi bukan memaksa orang lain menuruti yang kita inginkan. toleransi bukan juga saling melakukan hal yang saling tidak kita setujui.

agama adalah salah satu toleransi yang nyata sebenarnya. Islam meyakini Tuhan itu satu, kristen meyakini Tuhan itu tiga, Hindu meyakini 3 dewa utama, Brahmana, Siwa, Wisnu setahu saya. ketiganya berbeda, ketiganya berada di Indonesia di tempatnya masing-masing. ini toleransi. tapi salah kaprah namanya jika seseorang yang tidak melaksanakan ajaran yang bertentangan dengan prinsipnya dikatakan tidak toleran.

Iklan

Satu pemikiran pada “dogma baru itu mengatasnamakan toleransi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s