What happened in family, stays in family

20130811-111046.jpg

Kata orang amriki, “what happened in vegas, stays in vegas”.
Kataku,

“what happened in family, stays in family”.

Seriously, sampe sekarang masih ga ngerti kelakuan-kelakuan mereka yang ngaku-ngaku selebriti, yang luar-dalam kelakuannya diumbar ke publik, sebagaian secara sengaja. Cari sensasi, atau bikin kontroversi.

Tapi bukan, tulisan kali ini tidak membahas mereka, cukup bahas kita-kita aja, orang biasa. Tulisan kali ini, merupakan bentuk keterkejutan dari sikap seorang kenalan, yang menunjukkan kekecewaan terhadap sikap keluarganya di media sosial.

“bukannya yang kayak gitu banyak ya tah?”

Mungkin, entahlah. Yap, banyak memang, terutama dari kalangan remaja galau. Tapi tidak dari kalangan mahasiswa dewasa, yang kuanggap lebih baik dariku bahkan setelah tulisannya di media sosial itu.

Keluarga, suka tidak suka, adalah orang-orang yang membentuk kita, merawat kita, dan mendidik kita sebagaimana kita adanya. Tentu lingkungan juga memberikan pengaruh besar terutama jika keluarga tidak berperan seperti seharusnya, tapi jangan lupa, lingkungan juga ditentukan oleh sikap keluarga kita.

Sebagai laki-laki yang sayang keluarga manusia, rasanya sungguh tak pantas jika kita mengeluhkan keadaan keluarga ke khalayak umum. Mungkin keluarga kita tak sebaik yang kita harapkan, mengecewakan. Jika pun demikian, mungkin itu bukti kesuksesan keluarga telah mendidik kita menjadi lebih baik dari mereka.

“tapi yang ini parah sih tah, masak bla bla bla”

Tetap aja, separah-parahnya keluarga, yakinlah yang dilakukan itu karena rasa sayang.

cuma memang karena rasa sayang datangnya dari hati, kadang tak disertai logika

Ingat, kata orang terbaik sedunia, membicarakan keburukan orang lebih hina dari makan daging saudara sendiri. Apalagi membicarakan keburukan keluarga sendiri?

“ini gak membicarain apa-apa kok tah, cuma curhat”

please, curhatlah ke orang yang bisa dipercaya, jangan di medsos di mana lurker, stalker, creeper bercampur-baur jadi satu.

Buat yang ngerasa, maap yak disindir via blog, mau nasehatin langsung kan ga enak juga, kita ga dekat soalnya ^^

Ps: Kata family, bisa diperluas artinya bukan hanya ke keluarga, tapi juga ke komunitas atau kumpulan orang yang bisa bikin kita nyaman kayak di rumah. Menurutku, whoever precious to you, they are family

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s