Menyikapi perbedaan fiqih

bismillah.. berikut sajian kultwit dari ustadz salim a. fillah perihal menyikapi perbedaan fiqih, termasuk perbedaan hilal dan tarawih di bulan ramadhan:

1) Ada Shalih(in+at) yang bertanya; adakah dibenarkan bersikap ‘amal yang berbeda dengan ilmu yang difahami & fikih yang diyakini? ‎#fqh

2) Selain cerita masyhur tentang Ibn Mas’ud & ‘Utsman RadhiyaLlahu ‘Anhuma yang kami singgung dalam tagar ‎#hll, izinkan kami berkisah. #fqh

3) Imam Ahmad ibn Hanbal dalam suatu pendapat menyatakan bahwa orang yang keluar darah mengalir, maka wudhu’nya dihukumi batal. #fqh

4) Lalu ada yang bertanya pada beliau, “Apakah kau mau bermakmum di belakang Imam yang mimisan (keluar darah dari hidung) saat shalat? #fqh

5) Maka beliau menjawab, “SubhanaLlah; bagaimana mungkin aku tidak mau shalat di belakang Imam Malik, Sufyan Ats Tsaury, & Al Auza’i?” #fqh



6) Beliau menyebutkan nama-nama para ‘Alim nan mulia itu; yang mana mereka berpendapat bahwa keluar darah tidaklah membatalkan shalat. #fqh

7) ‘Abdullah ibn ‘Abbas & Zaid ibn Tsabit, RadhiyaLlahu ‘Anhuma juga beda pendapat dalam banyak hal; salah satunya soal waris/faraidh. #fqh

8) Menurut Ibn ‘Abbas; bagian kakek sama dengan ayah kala tiada. Tak demikian menurut Zaid. Ibn ‘Abbas sampai berkata, “Ana ubahiluh..” #fqh

9) “Aku akan bermubahalah dengan dia! Bagaimana mungkin dia bedakan bagian kakek dengan ayah tapi samakan bagian anak dengan cucu!” #fqh

10) Tapi ketika ada kerabat Ibn ‘Abbas mengalami persoalan itu; beliau minta Zaid ibn Tsabit yang dimintai fatwa tuk menyelesaikannya. #fqh

11) Saat Zaid hendak pulang, Ibn ‘Abbas menuntun keledai Zaid & bermaksud mengantar beliau hingga ke rumahnya. Zaidpun merasa tak enak. #fqh

12) “Tak usah begitu duhai putra Paman RasuluLlah, tak perlu engkau menuntun keledaiku!” Mendengar hal tersebut, Ibn ‘Abbas tersenyum. #fqh

13) “Beginilah kami diperintahkan”, ujar Ibn ‘Abbas, “Untuk memuliakan ‘ulama kami.” Zaid ibn Tsabit menukas, “Perlihatkan tanganmu.. #fqh

14) ..duhai sepupu RasuluLlah!” Maka Ibn ‘Abbas pun menunjukkan tangannya & segeralah Zaid mencium serta mengecupnya dengan ta’zhim. #fqh

15) Ibn ‘Abbas terkejut dan menegurnya, “Apa ini wahai sahabat RasuluLlah? Apa ini wahai penulis Al Quran dan faqihnya kaum Anshar?” #fqh

16) Maka Zaid tersenyum, “Demikianlah kami diperintahkan tuk memuliakan keluarga & ahli bait RasuluLlah ShallaLlahu ‘Alaihi wa Sallam.” #fqh

17) Moga Allah ridhai mereka semua; yang luas ilmunya, dalam fikihnya, lapang dadanya, jelita akhlaqnya; & mampukan kita meneladaninya. #fqh

semoga bermanfaat

dikutip dari akun twitter @salimafillah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s