Mari Menulis!

yup, blog ini sudah terlalu terbengkalai, mohon maaf bagi yang sering ngecek atau suka baca-baca blog ini (emang ada ya?).

sebenarnya, terbengkalainya blog ini bukan karena tidak ada ide yang ingin disampaikan, tidak ada waktu, ataupun tidak ada hasrat untuk menulis, malah sebaliknya. jadi sebenarnya kenapa? yah, sebenarnya aku juga ga tau. ini salah satu saat yang langka, di mana aku tidak tahu tentang diriku sendiri. setelah dipikir-pikir, setidaknya aku bisa menemukan beberapa alasan, yang mungkin sebenenarnya insignifikan. tapi yah, namanya kita manusia, hal yang sama biasanya berarti berbeda terhadap orang yang berbeda. berikut beberapa alasan yang sempat terlintas dipikiran.

Bingung nyari judul

it does sounds simple, even ridiculous for some people, tapi ya tiap orang kan punya karakter yang beda-beda. sampai saat ini, setidaknya, ada beberapa draft yang di-tongsampah-kan karena bingung nyari judul.

“separah itukah pentingnya judul?”

mungkin bagi sebagian orang nggak, tapi bagiku terkadang iya. seringnya iya. sering ngerasa palakdongkol— kan kalo baca berita yang jauh panggang dari api? nah, itu dia.

“kenapa sampai harus dihapus?”

kenapa? nah itu. ga ada jawaban pasti untuk jawaban ini. kalau ditanya “kenapa?” maka aku bisa balik tanya “kenapa enggak?”. yup, everything is just based on whim. I guess even man has it’s own time to be ridiculously illogical.

it does not feel as good as I thought

pernah melakukan hal yang dirasa keren, tapi dikemudian hari berpikir “kok dulu bodoh ya mau kayak gitu?”

nah, untuk satu ini, jangan bilang belum pernah. generasi kita—setidaknya mayoritas dari kita— adalah generasi yang udah melakukan dari hal yang sempat kita anggap keren; tulisan alay.

mungkin pengandaian tulisan alay terlalu hiperbolis, but seriously, ketika menulis sesuatu dan mendiamkannya beberapa waktu maka terkadang berasa it’s not worth it anymore. bahkan terkadang, ketika tulisan sudah rampung, saat dibuka lagi dan bingung mencari judul maka… tulisannya dihapus. mungkin karena memang tulisan kita yang sebelumnya impulsif, atau justru karena ide hebat kita yang belum selesai kita tuliskan… terlupakan. when that happened, yes it hurts but it’s the truth.

terlalu singkat!

ini salah satu alasan yang sering untukku. seseorang pernah menyatakan bahwa dalam kehidupan, yang lebih penting dari jawaban adalah pertanyaan; karena pertanyaan cenderung bersifat kekal sementara jawaban berubah setiap zaman. ini adalah salah satu hal yang kusetujui dan kupegang dalam hidupku. karenanya, kebanyakan pikiran yang kuanggap berharga lebih bersifat pertanyaan, yang memancing otak untuk memikirkan jawaban. pertanyaan, yang hanya terdiri dari satu kalimat, bakal terasa sangat aneh untuk dituliskan di blog, menurutku. tapi entahlah, mungkin aku akan mulai menuliskannya, suatu saat.

setidaknya ini alasan yang aku ingat saat menulis tulisan ini. mungkin ada banyak alasan lainnya untuk diriku sendiri maupun kawan-kawan yang berhenti, atau bahkan tidak memulai, untuk menulis.

yap, dengan tulisan ini saya menyatakan saya (berusaha) untuk kembali menulis di blog ini, mohon doanya untuk ke-konsistensi-annya. terakhir, tulisan-tulisan di sini bakal bersifat sangat subjektif, anda yang membaca bebas mengungkapkan berbagai pendapat setuju atau tidak, dan saya belum tentu peduli karena tujuan tulisan di sini hanyalah untuk kesenangan pribadi, walau tetap berharap ada manfaat yang bisa diambil di sini.

just like it’s better being rich and miserable than being poor and miserable, it is better writing poorly than write nothing. at least the thought counts.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s