si kawan

ada cerita, seorang kawan yang me-nomorsekian-kan (baca: menelantarkan) kuliahnya demi mengejar passion hidupnya, yang memang tidak berhubungan sama kuliahnya. kuliahnya hancur? pasti. tapi nilai hidupnya tidak tergerus. memilih bolos daripada titip presensi, memilih nilai jelek daripada nyontek.

minder? tidak pernah terlintas dipikirannya. baginya, jalannya jelas, bukan cuma mengikuti orang-orang seumurnya. “biar aja mereka tertawa sekarang, nanti giliranku yang gantian menertawakan mereka” katanya. idealis, dulu.

ah, tapi itu dulu. sekarang beda lagi. nilai hidupnya terseret arus, mulai ujian mulai lirik sana-sini. parahnya, itu direncanakan secara rapi. miris.

saat ditanya mengapa, “aku gak butuh IP kok, gak akan pake IP ku (untuk kerja)” jawabnya, sekarang.

dalam diam, hatiku berlogika “jika tidak butuhkan, kenapa segala cara dihalalkan?”

“jika dibutuhkan, kenapa ditelantarkan?”

Iklan

Satu pemikiran pada “si kawan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s