Virus Merah Jambu?

adalah hal aneh ketika cinta dikatakan “virus merah jambu”. cinta itu fitrah manusia, dan itu adalah nikmat. virus itu penyakit, sesuatu yang buruk. baik virus beneran atau virus komputer sama buruknya. nikmat kok dibilang buruk?

sebagai mana nikmat lainnya, cinta juga harus disyukuri. disyukuri tentunya dengan bukan dengan menentang Pencipta-nya, tapi dengan melakukan sesuai perintah-Nya. berbuat baik pada orang tua dan saudara, misalnya. tanya diri sendiri, kapan terakhir kali sekedar menelepon orang tua bukan dalam rangka minta uang atau pulsa?

di sisi lain, ada bentuk cinta yang lebih akrab diasosiakan dengan kata cinta. nah, cinta ini harus disyukuri sesuai perintahNya pula. menikah, misalnya. kalau belum siap? ya siapkanlah. cepat atau lambat in sya Allah terjadi, dan lebih baik bersiap sebelum terjadi bukan?

persiapannya ya macam-macam. ibarat perang, semakin besar medan perjuangannya, semakin banyak persiapannya. seberapa besar “perang” ini menurutmu?

kawan saya, ada yang ngakunya sedang mempersiapkan penghasilan sampai minimal tiga juta sebulan. ada yang pengen S2 dulu. ada yang disyaratkan sama orang tuanya mengahapal surat-surat tertentu. ada yang mensyaratkan dirinya hapal sekian juz dulu biar jadi “high class“, biar dapat yang “high class” juga. macam-macamlah, tergantung kepercayaan dan prinsip masing-masing juga.

sementara belum siap tapi uda kater-ketir? tenang, anda tidak sendirian di sini. dari jaman baheula juga sudah banyak orang di posisi ini. Rasulullah juga sudah memberi petunjuk. salah satunya berpuasa, agar bibit-bibit tadi tidak tumbuh salah arah. sisanya, cari sendiri.

sedikit menerka dengan logika; jika dua hal yang bertentangan dan kau memilih salah satunya, bukankah itu bukti kau lebih mencintai dengan hal yang kau pilih? pun begitu jika Ia melarang dan dan manusia mengajak, bukankah jika kau terbujuk ajakannya tanda kau lebih mencintainya daripadaNya?

 

ps: keberadaan tulisan ini bukan ditujukan untuk menggalau atau memancing orang galau, hanya mengajak orang yang berpacaran untuk tegas putus atau nikah, dan mengajak yang masih muda segera bersikap dewasa. oh ya, tulisan ini juga mengajak untuk lebih mengungkapkan cinta ke orang tua dan saudara kandung yang sering tidak terungkapkan.

pps: keseharian saya yang belum menjadikan puasa sunnah sebagai suatu urgensi membuktikan saya belum masuk ke tahap “ketar-ketir” di atas. jadi mohon tidak menuduh saya galau -.-”

ppps: “ps” sebenarnya singkatan dari apa ya? ada yang tau?

 

Iklan

Satu pemikiran pada “Virus Merah Jambu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s