Da’wah: when ways went wrong

bismillah… hadeuuh, judulnya agak barat ya kayaknya? haha, tenang itu cuma judul kok. jadi gini, akhir-akhir ini, entah bagaimana, ada fenomena yang (menurut saya) aneh di antara barisan kaum muslim.
kasarnya, di sekitar lingkup dunia nyata dan maya saya, ada beberapa harakah atau pergerakan-pergerakan yang mengatasnamakan Islam. semua punya dalilnya masing-masing, kecuali JIL yang memang nyeleneh. ini ga usah kita bahas.

jadi gini, setidaknya beberapa pergerakan islam yang saya tahu; manhaj salafush-shalih yang biasa dikenal dengan salafy, PKS yang berparlemen, hizbut tahrir dengan ideologi khilafahnya. dan beberapa yang mendukung penegakan islam oleh mujahidin dengan cara qital seperti yang di somalia, afghanisan, dll. untuk diketahui, di mesir, salafy ada juga berpartai.

nah, silakan koreksi kalau saya salah, sepengatahuan saya:
salafy berfokus untuk berdakwah di masyarakat agar muslim semakin dekat dengan ajaran islam yang murni, dengan harapan bahwa ketika seluruh atau sebagian besar muslim sudah memahami islam dengan baik, maka tegaklah islam di bumi tersebut.

ikhwanul muslimin, setidaknya yang sekarang, berpendapat bahwa memasuki parlemen atau sistem demokrasi adalah salah satu jalan dakwah, yaitu agar bisa menjaga agar nilai-nilai negara (yang sekuler) sejalan dengan nilai-nilai islam, meski negara tidak berstatus sebagai negara islam. gerakan ini juga bermula dari dakwah di masyarakat agar muslim menjadi muslim yang baik, sehingga apapun bentuk negaranya, ketika muslim yang baik sudah menjadi mayoritas maka diharapkan peraturan negara bisa dikondisikan agar sesuai dengan nilai-nilai islam.

HT, hizbut tahrir, berfokus pada ide khilafah. untuk mencapai tujuannya, mereka juga berusaha mengajarkan masyarakat agar muslim menjadi muslim yang baik, hingga sampai suatu titik di mana negara bisa diubah menjadi berideologi khilafah dan menjadi negara islam seutuhnya. di mulai dari diri sendiri juga, tentunya.

nah, di sini saya bukan membandingkan sistem, gerakan, atau apa pun itu namanya. apalagi untuk berkata sistem ini salah, itu benar. bukan, jelas ilmu saya yang cetek ini masih jauh dari situ. bahkan dalil-dalilnya aja tidak hapal.

yang ingin dibahas adalah, sebagian, atau mungkin oknum-oknum gerakan ini yang biasanya bahkan baru bersifat simpatisan, (menurut saya) LUPA bahwa ada hal mendasar yang harus diurus terlebih dahulu. salafy misalnya, ada oknum-oknum yang baru belajar sedikit, biasanya pas awal-awal, begitu semangat menyampaikan kebenaran hingga melupakan adab-adab memberi nasihat, hingga masyarakat malah menjauh. PKS, begitu semangat mencari basis massa, hingga terkadang siyasi-nya dipertanyakan oleh anggotanya sendiri karena dipandang kontorversial, dan masyarakat juga menjauh. HT, begitu semangat menegakkan khilafah hingga sering terdengar kalimat-kalimat yang menjelekkan penguasa karena kesalahannya, dan masyarakat semakin menjauh.

sekali lagi, saya tidak menggeneralisir, mungkin ini cuma oknum, dan ini hanya sedikit dari pengalaman saya (yang kebanyakan baik) dari golongan-golngan tersebut.

terlupakah kita, bahwa semua gerakan untuk tujuan mulia tadi berawal dengan pengamalan islam yang baik dari masyarakat? betapa banyak hal yang lebih utama disampaikan kepada masyarakat dalam rangka dakwah. tauhid tentu sebagai dasarnya. dan masih banyak mayoritas masyarakat kita yang belum selesai dengan hal ini.
kenapa pula sebagian simpatisan dan kader-kader muda dari tiap golongan ini menyibukkan dirinya dengan berdebat hal-hal lain, jika yang ini aja belum tersampaikan?

semua gerakan tadi, setahu saya, menempatkan penyebaran ajaran islam yang benar di masarakat sebagai sesuatu yang utama. namun sayangnya, masih ada oknum-oknum yang lebih “mendakwahi” lingkungan dengan ide golongannya dibanding dengan tauhid. masih ada oknum yang menyibukkan dirinya dengan membangga-banggakan ide kelompoknya, dan menjelekkan ide selainnya. bagaimana dengan tauhid? terkadang itu malah belum sempurna disampaikan.
ah, mungkin carut-marutnya bangsa kita karena kesalahan kita dalam menempatkan prioritas?

Iklan

5 pemikiran pada “Da’wah: when ways went wrong

  1. sebelumnya masyarakat aceh sangat mendukung penerapan syariat islam dengan harapan SI bisa menyelesaikan masalah korupsi dan kemiskinan, namun yang jadi masalah selalu prioritasnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s