jejak hari ini

hari ini, selagi bermalas-malasan sebelum jumatan, mendapat telepon dari seorang teman lama. teman yang tidak dilupakan, tidak juga selalu diingat. bukan karena tidak dekat, tapi karena semakin berbeda.

di sini, aku, menjalani hari sebagai mahasiswa, hidup dengan uang beasiswa, menjalani perkuliahan dengan kepanikan dan tugas-tugas biasa. suka-duka pasti ada, walau tak seberapa. tidak seperti mereka di uygur, suriah, palestina. bahkan jauh dari rohingya di negara tetangga.

Di sana, ia, di pulau tetangga. tempat yang seharusnya tak jauh berbeda dengan di sini, jika pembangunan Indonesia benar-benar nusantara, bukan hanya Pulau Jawa. Ia… Ah, entah bagaimana aku memulainya.

Usianya sama dengan kita, usia mahasiswa seharusnya. kisah hidupnya? jauh berbeda. namanya manusia, pernah salah itu biasa. Apalagi di usia remaja, masih galau-galaunya. Ia… sederhananya, kisahnya seperti tokoh di lagu “Nothing Left To Do”, karya Outlandish.

Intinya, masih banyak orang yang lebih susah kondisinya dari kita, bersyukurlah dengan memanfaatkan kesempatan. Usaha menunjukkan kebersyukuran. Terima kasih ya Allah atas segala peringatan. terima kasih juga atas hati yang masih menyadari peringatan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s