dododaidi; lullaby-nya orang aceh

udah fitrahnya orang rantau rindu rumah.
udah fitrahnya anak rindu orang tua.

terkadang, ketika mau tidur pasti teringat masa kecil, didododaidi-kan oleh mama sambil di pok-pok (ditepuk-tepuk) dengan lirik berikut;

laa ilaaha illallah.. muhammadar-rasuulullah..
laa ilaaha illallah.. muhammadar-rasuulullah..

laa ilaaha illallah.. fatahillah beumeutuah..
laa ilaaha illallah.. fatahillah (namaku) jadilah meutuah (santun, dewasa)

lirik yang khas, berisi pengukuhan tauhid dan doa, ini selalu diulang-ulang hingga aku tertidur. dododaidi, suatu kearifan yang semakin ditinggalkan oleh orang-orang yang semakin modern.

ada lagi, dododaidi yang lebih tradisional, lebih panjang, yang juga akrab di telinga orang non-aceh karena sering diputar di tahun 2004 silam setelah peristiwa tsunami. berikut saya salin lirik dan saya artikan sebatas pengetahuan saya.
Allah hai dododaidi
(ga ada arti secara harfiah atau sebenarnya, jadi semacam kita mengatakan ninabobo,oh ninabobo… )
Boh gadung bie boh kayee uteun
Buah gadung buah-buahan dari hutan
Rayeuk sinyak hana peu ma brie
kalau anakku besar nanti, Ibu tidak bisa memberi apa-apa
aeb ngen keji ureung donya kheun
aib dan keji dikatakan orang-orang

Allah hai dododaidang
Seulayang blang ka putoh talo
Layang-layang di sawah putus talinya
Beurijang rayeuk muda seudang
cepatlah besar jadi seorang pemuda/ remaja)
Tajak bantu prang ta bela Nanggroe
kita bantu berperang membela Nanggroe (Bangsa)
(jaman sekarang “bantu prang” biasa diganti jadi “sikula” yang berarti sekolah)

Wahe aneuk bek ta duek le
Wahai anakku, janganlah duduk & berdiam diri lagi
Beudoh sare tabela bangsa
mari bangkit bersama kita bela bangsa
Bek ta takot keu darah ile
janganlah kita takut jika darah mengalir
Adak pih mate po ma ka rela
andaikan mati, Ibu sudah rela

Jak lon tateh, meujak lon tateh
Ayo sini Nak Ibu tateh, kemarilah Nak Ibu tateh (mengajar bayi untuk berjalan dengan cara menuntunnya)
Beudeh hai aneuk ta jak u Aceh
bangunlah nak, kita pergi ke Aceh
Meube bak on ka meube timphan
bau daun sudah (seperti) bau timphan
Meubee badan bak sinyak Aceh
(seperti) bau badan sinyak (panggilan sayang untuk anak) Aceh

Allah hai Po illa hon hak
Allah Sang Pencipta yang Punya Kehendak
Gampong jarak han troh lon woe
jauhnya kampung tak tercapai untuk pulang
Adak na bulee ulon teureubang
andaikan punya sayap aku (Ibu) akan terbang
Mangat rijang troh u nanggroe
nikmatnya (jika) cepat sampai ke Nanggroe (Aceh)

Allah hai jak lon timang preuk
Kemarilah Ibu timang-timang Nak
Sayang riyeuk disipreuk pante’
sayangnya ombak memecah pantai
Oh rayek sinyak yang puteh meupreuk
kalau sinyak yang berkulit putih udah besar
Teh sinaleuk gata boh hate’
di manakah engkau akan berada nanti buah hatiku

Iklan

5 pemikiran pada “dododaidi; lullaby-nya orang aceh

  1. setiap mendengar lagu ini pasti menangis, ingat ibu ini doa ibu agar anaknya cepat besar, agar bisa berperang membela bangsa. mengabdi pada negara dalam perang suci yang dirahmati Allah. Nanti Jika saya dah menikah dan memiliki anak mau saya timang lagu ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s