Cinta Butuh Cara

Bukan, ini bukan postingan galau ala ababil yang berkeliaran di facebook. bukan juga yang berkeliaran di twitter, maupun media-media lainnya. postingan ini ditujukan pada orang-orang yang, semoga mereka bersyukur, menyadari ha-hal yang dicintainya dan mengingatkan untuk melengkapi cintanya dengan cara. ya, postingan ini utamanya ditujukan untuk saya.

sebagai manusia, saya termasuk orang yang sangat beruntung dikaruniai banyak hal.sebagai anak, saya dikaruniai mama yang, walau bekerja sebagai guru, tidak pernah melupakan hakikatnya sebagai ibu dan terus mencintai dan menunjukkan cintanya kepada anak-anaknya. juga seorang papa yang, walau masih perokok, mampu mendidik anak-anaknya menjadi anti rokok dan selalu mendoakannya agar dimudahkan Allah dalam berhenti merokok. sebagai seorang murid, saya dikaruniai banyak guru-guru yang benar-benar peduli terhadap muridnya. teurtama guru-guru smu saya, yang amat mencintai pekerjaan dan murid-muridnya karena Allah. mereka yang menjadikan pendidikan sebagai medan jihadnya.

namun, sepert judul tulisan ini, tak dapat dipungkiri bahwa cinta saja tidak cukup. salah seorang guru yang saya hormati dan cintai, kurang disukai karena caranya mengajar, terlepas dari kepribadiannya yang baik. beliau, sangat menjaga dirinya, sampai tak mau memakai alquran yang diletakkan di mushola tanpa meminta izin ke pemiliknya. orang yang sama, sangat jago bermain bola dan sering bermain bersama murid-muridnya, kebiasaan yang lumrah di sekolah kami, dan selalu disukai untuk menjadi rekan setim oleh murid-muridnya. tapi, di kelas ia tak cukup sukses untuk menarik minat sebagian besar murid untuk mencintai pelajaran yang diajarkannya, yang memang pelajaran yang “wajar” tidak disukai oleh mayoritas siswa, yaitu fisika.

ada juga kisah orang lain, yang sangat mencintai anaknya. namun kecintaannya terhadap anaknya ditunjukkan dengan sifat overprotektif, sehingga meninggalkan si anak dengan pengetahuan yang tidak memadai untuk menghadapi dunia. ibarat kepompong yang dibantu dipecahkan dari luar, jadilah ia kupu-kupu gendut, jelek, berair, yang tak siap untuk terbang menghadapi hidup dan mati.

atau yang memanjakan anaknya, memberikan materi lebih dari yang dibutuhkan sebagai “kompensasi” perhatian yang tak sempat diberikan, sebagai bukti mereka juga mencintai anaknya. maka besarlah ia menjadi anak yang menganggap uang saku lima ratus ribu sebulan hanya cukup untuk makanan anjing.

banyak juga pemuda-pemuda yang, entah apa alasannya, melakukan hal-hal yang tidak pantas atas nama cinta. entah iya atau pura-pura.

ada juga siswa maupun mahasiswa, yang katanya ingin membahagiakan orang tua karena mencintainya, melakukan hal-hal yang tidak pantas dalam meraih prestasinya, sambil mengutuk para maling ayam maupun koruptor kelas tinggi. entah tidak sadar atau menutup mata bahwa ia menjadi salah satu dari mereka. beberapa kemudian hanya bisa mengutuki dirinya ketika dikeluarkan dari kampusnya, dimarahi orang tua yang ingin dibahagiakannya, dan dicemooh masyarakat disekitarnya.

atau orang-orang yang mengaku ulama. atas ketidaktahuan dan “cintanya”, mengada-adakan amalan-amalan yang tidak diajarkan. parahnya, terciptalah masyarakat yang, didasari oleh ketidaktahuan dan cinta yang sama, menjadikan amalan itu sebagai rutinitas keseharian guna menggapai surga. alih-alih, kaki-kaki mereka terseret ke neraka.

memang, cinta itu butuh cara. tanpanya ia hanya akan menjadi tenaga yang merusak semesta. ibarat tukang kebun dungu yang menyirami kaktus banyak air agar cepat tumbuh, atau peternak sapi yang mencampur makanan sapinya dengan daging agar cepat gemuk.

Iklan

2 pemikiran pada “Cinta Butuh Cara

  1. bukan hanya cinta, semua hal butuh cara,

    ibarat kita dari bandung mau pergi ke garut, tp naik mobil yg arahnya ke jakarta, ya ga kan sampe2 :mrgreen:

    niat baik saja tidak cukup kan? 😀

    so, 2 simple keys for success :
    – motivasi yg kuat
    – metode yg tepat

    • setuju 😀
      apa pun butuh cara kenyataannya. tulisan ini sebenarnya nasihat untuk saya sendiri gunan mengingat itu. cinta salah satu motivasi yang sangat kuat kan? (kalau bukan yang terkuat)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s