Bingung kasih judul

hemm,,, sebenarnya saya lagi malas ngapa-ngapain nih, termasuk nulis. bukan apa-apa, tapi emang kebiasaan selama ini liburan=hibernasi. sebisa mungkin ga melakukan apa pun, bahkan berat saya sempat turun 3 kilo gara-gara malas ngapa-ngapain, termasuk makan. untungnya sekarang udah naek 3 kilo lagi hasil perbaikan gizi di rumah sodara di jakarta :D.

nah kalo gitu kenapa saya nulis lagi? salah satu alasannya adalah komen dari bang ardhan di tulisan [hikamh] malaysia vs indonesia.

bukan, saya ga nulis bukan karena ga ada ide, tapi karena malas. banyak ide berseliweran di kepala, dari mulai ide bisnis, tulisan, pengembngan diri, dll. tapi khusus ide tulisan adalah ide yang spesial. kenapa? karena sebisa mungkin saya mau menulis sesuatu yang bermanfaat, untuk diri sendiri dan orang lain. ketika saya menulis, otomatis saya menyampaikan sesuatu yang baik. ketika saya mengajak orang lain berbuat baik, layakkah saya melakukannya jika saya sendiri tidak mengamalkannya? inilah permasalahannya.

buet lagee nyang tapeugah, peugah pu nyang tapubuet

nyang na bek tapeugah hana

nyang hana bek ta peuna

(kerjakan seperti yang kita katakan, katakan apa yang kita perbuat

yang ada jangan kita bilang gak ada

yang gak ada jangan diada-adakan)

pernah pas smp saya baca sebuah cerita tentang seorang anak yang sering makan manisan. ibunya, sebagaimana kasih sayang semua ibu, menasihatinya agar jangan makan manisan karena khawatir dengan kesehatan giginya. namun apa daya, si anak tetap sering makan manisan.

Alhasil, di tengah kekecewaan, sang ibu –lagi-lagi menunjukkan kasih sayangnya sebagai ibu– membawa anaknya ke seorang imam yang sangat terkenal di masanya, walaupun jaraknya lumayan jauh (saya lupa namanya, tapi ini cerita fakta). si ibu menyampaikan keluh kesahnya kepada sang ulama.

ulama mengangguk paham dan berkata “kembalilah ke sini dua minggu lagi.”

si ibu pun hanya diam dan menurut. “sang ulama pasti punya rencana tersendiri” pikirnya dalam hati.

dua minggu kemudian, si ibu kembali lagi bersama anaknya ke hadapan si ulama.

setelah mempersilahkan mereka duduk, si ulama kemudian memberi nasihat kepada si anak “nak, jangan makan manisan lagi ya.”

si anak menjawab pendek “iya.”

tiba-tiba si ibu protes setengah marah “jadi hanya untuk nasihat seperti ini kami disuruh menunggu dua minggu, kemudian kembali lagi ke sini menempuh perjalanan yang tidak dekat ini?”

si ulama, tersenyum dan menjawab “bagaimana mungkin saya menasihatinya dua minggu lalu, sementara saya sendiri juga suka makan manisan?”

——

ingat peristiwa isra’ mi’raj?

dalam peristiwa itu Rasulullah saw melihat banyak peristiwa-peristiwa. diantaranya:

beliau melihat satu kaum yang sedang menggunting lidah dan bibir mereka dengan penggunting besi berkali-kali. Setiap kali digunting, lidah dan bibir mereka kembali seperti biasa. Kata Jibril: Itulah orang yang membuat fitnah dan mengatakan sesuatu yang dia sendiri tidak melakukannya.

Iklan

2 pemikiran pada “Bingung kasih judul

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s