Protes Pribadi Untuk Media Indonesia

benarlah peribahasa orang-orang dahulu, sanya “Luka di tangan karena pisau, luka di hati karena kata”. “Luka di badan bisa disembuhkan, luka di hati ke mana diobati?”silahkan cek link ini gan, http://www.mediaindonesia.com/read/2010/12/14/187923/70/13/Yogyakarta-Melawan-

udah? isinya tentang jogjakarta dan presiden kita yang lagi musuhan. tapi bukan itu yang mau memberatkan hati saya, karena saya memang bukan orang jogja dan tidak mengenal budayanya. yang mau saya bahas adalah satu paragraf spesifik di editorial ini, yaitu:

Bila keistimewaan Aceh dan Papua ternyata berongkos mahal, Yogyakarta justru istimewa karena mengongkosi Republik ketika masih belia. Apakah negara kemudian begitu jahatnya untuk memereteli keistimewaan DIY? Inilah yang menyakitkan rakyat Yogyakarta sampai detik ini.

saya agak maklum karena saya yakin kalau yang membuat tulisan pasti bukan orang Aceh, tapi tetap saja sakit hati. tulisan ini jelas menunjukkan bahwa beliau yang membuat tulisan tidak mempunyai kapabilitas untuk berbicara tentang sejarah, terutama sejarah Aceh. Bagaimana enggak, soalnya ACEH JUGA MENGONGKOSI REPUBLIK INI KETIKA BAYI MAUPUN BELIA! Bahkan kalau menurut saya mungkin lebih dari jogja, tapi ini mungkin hanya pendapat subjektif saya sebagai orang Aceh.

Dengan santai dan sok tahunya dia berani bicara seperti itu, padahal Aceh berkontribusi sangat besar kepada Republik Indonesia, apakah itu ketika Indonesia baru berdiri ataupun sesudahnya. saya juga bukan orang yang baik dalam menuturkan sejarah, jadi silahkan pembaca yang budiman cek sendiri di sini:

http://www.facebook.com/notes/from-aceh-with-love/teuku-markam-orang-yang-berjasa-besar-bagi-bangsa-ini-namun-tidak-pernah-diakui/164891610199080

http://www.facebook.com/notes/from-aceh-with-love/radio-rimba-raya-republik-masih-ada-disini-di-aceh/170043766350531

http://www.facebook.com/notes/from-aceh-with-love/kisah-kasih-aceh-untuk-nkri-selalu-setia-walau-terus-di-khianati/171641962857378

belum lagi pesawat pertama republik Indonesia, RI 1 yang juga diongkosi oleh rakyat Aceh, yang sekaran dijadikan monumen di lapangan Blang Padang, Banda Aceh. malah saya pernah baca kalau emas yang diberikan rakyat Aceh cukup untuk dua pesawat, tapi ga tau pesawat satu lagi ke mana atau masuk kantong siapa. Insya Allah kalau saya nemu lagi link-nya saya kasih tau.

ditambah lagi keberadaan PT. Arun dan Exxon mobile di Lhokseumawe dan Lhoksukon yang mengeruk gas dan minyak sumber daya Aceh, yang karena kebijakan sentralisasi pemimpin(yang menurut saya) terburuk Indonesia, Soeharto.

kalau udah baca ini, bisakan mengerti kenapa saya sakit hati baca tulisan tadi? :’)

Iklan

6 pemikiran pada “Protes Pribadi Untuk Media Indonesia

  1. salam kenal. masalah aceh memang hingga kini semakin naik daun sejak yogya mulai “dioreteli” oleh indonesia.

    terkadang bingung juga dgn sikap Indonesia.

    saya dah ngerti, saya juga sakit hati bang 🙂

  2. Setujuuu that nyan,, Aceh leubeh berjasa…
    Bek meu’en2,, sejarahlah yang berbicara…
    Aceh juga leubeh istimewa 😀 …

    Bek meulanggeh yg tuleh nyan di Media Indonesia,, saya mendukung untuk PROTES !!!

    Saleum Damai untuk semua Masyarakat RI 🙂
    *nice posting :P*

  3. Bagi saya, media Indonesia sangat bebas. Itu memang berkah reformasi. Tapi, akibatnya banyak media yang memberitakan tentang hal jelek tentang negeri ini, padahal banyak prestasi dan hal yang baik yang perlu diberitakan yang membangkitkan optimisme tuk membangun negeri…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s