Jangan Tunggu Kaya!

I wanna be a billionaire, so~ fricking ba~d

itulah potongan lirik billioneire-nya Travis McCoy feat Bruno Mars, lagu favorit saya akhir-akhir ini.

di lirik ini, digambarkan betapa keinginan dia jadi orang kaya untuk menyenangkan orang lain kayak si tante Oprah di acaranya. di mana dia (travie) pingin kaya biar bisa nolong banyak orang, kasi hadiah ke anak-anak kecil kayak sinterklas, adopsi banyak bayi-bayi yang hidupnya ga layak, nolong korban badai katrina, dan lain-lain.

rasanya sangat mudah ya kalo mau nyari pahala pas udah kaya? nolong ratusan pengungsi aja hampir semudah membalik telapak tangan. sayang kita ga sekaya itu.

tapi tunggu dulu! jangan kecewa cuma karena kita ga sekaya yang digambarkan di lagu itu!

“Seseorang bertanya kepada Nabi shollallahu ’alaih wa sallam: “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling afdhol?” Beliau menjawab: “Kau bersedekah ketika kau masih dalam keadaan sehat lagi loba, kau sangat ingin menjadi kaya, dan khawatir miskin. Jangan kau tunda hingga ruh sudah sampai di kerongkongan, kau baru berpesan :”Untuk si fulan sekian, dan untuk si fulan sekian.” Padahal harta itu sudah menjadi hak si fulan (ahli waris).” (HR Bukhary)

jelaskan? sedekah yang afdhal itu bukan BANYAKNYA, tapi BAGAIMANA kondisi orang yang memberikannya. terutama untuk orang-orang seperti kita, yang memiliki ambisi besar untuk kaya (padahal masih miskin) dan yang masih sehat sedekahnya lebih afdhal!

ketika kita ingin kaya, otomatis kita menumpuk-numpuk kekayaan biar bisa dikembangin lagi dan mayoritas orang merasa berat untuk memberikan hartanya.
justru disinilah ujiannya. jika kita terbiasa memberi di waktu sedikit, otomatis kita akan lebih memberi di waktu banyak kan?

di sisi lain, ketika kita sehat kita jadi sedikit memikirkan tentang mati. seolah di suatu tempat di otak kita takabur bahwa kita yang sehat ini masih jauh dari mati.
disinilah kelebihan orang yang bersedekah ketika ia masih sehat. jika ia bersedekah ketika ia merasa ajalnya masih jauh, otomatis dia akan lebih banyak bersedekah ketika ia tahu ajalnya sudah dekat kan?

tau mesjid sultan ahmed yang di istanbul ga?

sesuai namanya, itu mesjid yang dibangun oleh sultan ahmed I. sengaja mesjid itu dibangun begitu luas dan megah, untuk menyaingi hagia sofya yang merupakan gereja termegah pada saat itu.

nah, ceritanya guru SMA saya dulu, ketika pembangunan mesjid ini si sultan pernah bermimpi yang sangat aneh. suatu malam, ia mimpi bahwa amal-amal manusia sedang ditimbang. di sana, ia melihat bahwa mesjid sultan ahmed yang dibangunnya, amalnya lebih ringan dari sekeranjang mayones.

hah? membangun sebuah mesjid yang megah dan besar lebih ringan dari sekeranjang mayones? bukannya membangun mesjid itu amal jariyah? tapi itulah mimpi si sultan.
keesokan harinya, sambil pusing memikirkan apa arti mimpinya semalam, ia melihat-lihat dan mengawasi pembangunan mesjidnya.

mungkin ada yang salah dengan mesjidnya. mungkin pekerjanya. atau apa ya?

pas para pekerja istirahat untuk makan, ia melihat ada beberapa pekerja yag megang botol mayones. usut punya usut, ternyata ada seorang nenek-nenek yang selalu membagikan mayones setiap mereka istirahat makan.

jadi si sultan ini pun berdialog panjang lebar dengan si nenek. si nenek cuma ngejawab “saya udah tua dan miskin, ga mungkin aku menyumbang sesuatu yang megah seperti mesjid ini untuk umat. mayones inilah satu-satunya yang mampu saya sumbang”

mendengar ini si sultan pun mengerti. ridha Allah itu bukan APA yang kau sumbangkan, tapi SEBERAPA dari seluruh kemampuanmua yang kau sumbangkan.

jadi, tunggu apa lagi? jangan tunggu kaya!

Iklan

Satu pemikiran pada “Jangan Tunggu Kaya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s