Dilihat boleh, dipegang jangan!!

dilihat boleh dipegang jangan? wah, apa itu ya? hehe, jadi keingat pas jaman tk, karena dulu di tk-ku banyak pajangan-pajangan yang lucu-lucu. tapi karena ada yang rusak gara-gara semua berebut megang, akhirnya keluar peraturan “diliat boleh, dipegang jangan”.

tapi, bukan itu yang mau aku bagi kali ini. melainkan pengalaman unik lain selama aku di Bandung ini, yaitu ngeliat perempuan yang berjilbab tapi kalau berkenalan dengan yang bukan muhrim mereka tetap salaman.

kenapa saya bilang pengalaman unik di bandung? emang di Lhokseumawe atau Banda Aceh ga ada gitu? tetap ada juga sih, tapi itu cuma sebagian orang yang memang menutup auratnya cuma karena peraturan (salah satu cari melihat orang-orang seperti ini adalah dengan melihat foto profil facebook-nya, berjilbab atau ga). sedangkan bagi mereka yang berjilban karena memang menyadari kewajibannya, mereka jelas tidak mau salaman dengan yang bukan muhrim. ngomong-gomong, mohon jangan disalahartikan bahwa sebagian besar wanita Aceh berjilbab karena peraturan, ini hanya terjadi pada sebagian keluarga yang bukan asli Aceh atau mereka yang memang kurang mengerti atau mungkin memang tidak terlalu peduli tentang Islam dan beberapa orang yang dengan mudah terpengaruh oleh hal-hal yang tidak baik yang dipasarkan di sinetron-sinetron atau acara tv lainnya.

nah, kalau saya sudah pernah menemukan hal ini di Aceh, kenapa saya heran? bukankah itu hal yang “lazim” terjadi?

jawabannya adalah karena di Bandung tidak diterapkan syariat Islam yang mewajibkan wanita memakai jilbab. jadi, mereka yang memakai jilbab adalah mereka yang mendapat hidayah dan memakainya karena KESADARAN SENDIRI. tapi kenapa mereka hanya menutup auratnya rapat-rapat tapi tetap bersalaman? memang tidak semua mahzab berpendapat seperti Imam Syafi’i, yang menganggap punggung tangan termasuk aurat. mahzab tertentu, seperi Imam Hanafi, berpendapat bahwa telapak tangan dan juga punggungnya bukanlah aurat. namun, kalaupun mereka bukan aurat, tetap saja ga boleh disentuh oleh yang bukan muhrim, apakah itu bagi laki-laki ataupun perempuan. miris hati ini setiap melihat hal tersebut terjadi.

“Sunguh bila kepala salah seorang ditusuk dengan jarum dari besi itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Ath-Thabarani dalam Al-Kabir 20/210 dari Ma’qil bin Yasar radhiyallahu ‘anhu).

kurang jelaskah hadits itu? silahkan cari hadits-hadits lainnya.

*kita tidak membicarakan anak-anak perempuang yang masih kecil ataupun perempuan yang sudah tua renta dalam hal ini. cari sama om google maka anda akan menemukan penjelasannya lebih lanjut, termasuk penjelasan orang-orang yang berpendapat bahwa salaman dengan yang bukan muhrim itu boleh. silahkan teliti semua argumen mereka dan temukanlah kebenaran. wallahu ‘alam

Iklan

7 pemikiran pada “Dilihat boleh, dipegang jangan!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s